Jalankan Program 3 in 1, FTP UB Gandeng India dan Malaysia. Ternyata Ini Kurangnya UMKM Indonesia!

Infokampus.news – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) jalankan 3 in 1 program selama April-Mei 2018 bersama akademisi India dan Malaysia. 3 in 1 program merupakan program pendidikan Universitas Brawijaya dalam mengoptimalkan kualitas lulusan sekaligus meningkatkan peringkat UB di dunia internasional.

Program ini memungkinkan suatu mata kuliah diampu oleh tiga komponen yaitu dosen internal, dosen manca negara serta kalangan praktisi dari dunia industri. Hal ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh wawasan keilmuan terkini secara global dari berbagai negara serta aplikasinya di dunia industri.

Ketua Program Studi (PS) Teknologi Industri Pertanian FTP, Sri Suhartini, S.TP,M. Env.Sc,Ph.D., menuturkan dirinya bersyukur atas terselenggaranya program ini.

“Alhamdulillah prestasi Prodi kita makin gemilang dengan terpilihnya dua mata kuliah kita sebagai percontohan pada program 3 in 1 yaitu MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) dan STI (Sistem dan Teknologi Informasi). Ini menunjukkan eksistensi kita yang semakin diakui di UB sekaligus dimata dunia.” Paparnya.

Hal ini disebabkan selain mengajar di kelas pada perkuliahan biasa maupun international guest lecture, kegiatan ini berpotensi untuk ditindaklanjuti dengan adanya pertukaran mahasiswa dan staff akademik (inbound dan outbound),  research collaboration dan sharing hasil penelitian maupun publikasi internasional bersama Prof. Panchanatham maupun Dr. Fakhrul Zaman. Hal ini juga digadang-gadang akan menjadikan Jurusan TIP pioneer dalam menciptakan agroindustri kreatif yang menggabungkan unsur teknopreneurship, penguatan agroindustri, hilirisasi, dan ramah lingkungan.

Prof. Natarajan Panchanatham dari Annamalai University, India dalam paparannya ketika international guest lecture bertema Creativity for Entrepreneur menjelaskan bahwa kunci utama menjadi seorang entrepreneur adalah memiliki kreativitas untuk membuat sesuatu yang baru dengan memanfaatkan peluang yang ada.

“Produk yang diolah secara tradisional yang dihasilkan oleh UKM di India memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan produk yang dihasilkan oleh pabrik karena masyarakat India merasa, mengkonsumsi produk tradisional lebih sehat dan memiliki citarasa yang khas. Namun, hal tersebut berbeda dengan keadaan produk hasil UKM di Indonesia yang rata-rata memiliki harga jual yang lebih murah jika dibandingkan dengan hasil pabrik, meski cita rasanya tidak kalah. Ini sebetulnya potensi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut,” Tukasnya

Sementara itu Dr. Fakhrul Zaman Rokhani  dari Universiti Putra Malaysia, menyampaikan bahwa industry revolution 4.0 merupakan trend terbaru dari industri untuk menggunakan teknologi komputer sehingga dapat mengoptimalkan serta menyederhanakan rantai pasok di suatu industri. (Pus/Dse)

Sumber: Humas FTP

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
HMJA FE UWG diberi BMW
HMJA FE UWG Diberi “BMW”

Infokampus.news - Belajar di luar kelas dan metode sharing dengan praktisi di lapang, sering menjadi pilihan untuk proses belajar mengajar.

Close