Jalur Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, SPAN-UM PTKIN

Infokampus.news – Serangkaian pendaftaran SNMPTN 2019 bagi calon mahasiswa baru telah dimulai. Setelah SNMPTN, umumnya seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang paling akrab di telinga Sobat FoKus adalah SBMPTN dan seleksi jalur mandiri. Ternyata selain itu, ada seleksi khusus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, yakni SPAN-UM PTKIN. Apa sih SPAN-UM PTKIN itu? Simak ulasan singkat berikut ini.

SPAN-UM PTKIN sebetulnya merupakan dua jalur berbeda untuk masuk PTKIN, yang dibagi menjadi SPAN PTKIN dan UM PTKIN. SPAN PTKIN adalah singkatan dari Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri; jalur ini merupakan jalur rapor sebagaimana SNMPTN hanya bisa diikuti SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu’adalah. Tahun 2018 lalu, tidak ada Bidikmisi dalam seleksi SPAN PTKIN, namun Sobat FoKus bisa mulai mengurus persyarakat bidikmisi di kampus tersebut lulus SPAN PTKIN. Jadi, bidikmisi UIN/IAIN/STAIN diajukan setelah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa di sana. Tahun ini belum ada informasi terkait hal ini. Oleh karena itu, Sobat FoKus harus sering-sering mencari informasi Bidikmisi agar tidak ketinggalan infonya.

Sementara itu, UM PTKIN merupakan kependekan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Ini adalah salah satu jalur untuk bisa masuk universitas berbasis Islam, seperti STAIN, IAIN dan UIN yang dapat diikuti Siswa SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu’adalah dan Alumni (Khusus UM PTKIN) yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan mengerjakan soal-soal ujian/tes sebagaimana SBMPTN namun dengan tambahan mata ujian Keislaman.

Sebagai informasi, Pesantren Muadalah adalah pesantren yang disetarakan dengan SMA/MA yang wajib sekolah 6 tahun. Meskipun kurikulum yang digunakan tidak mengikuti standar kurikulum Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, namun pesantren tersebut setara dengan Madrasah Aliyah, melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, dan setara dengan SMA sesuai dengan SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud RI.

Jurusan yang tersedia di UM PTKIN sama dengan SPAN PTKIN yang mayoritas berbau keagamaan, antara lain Hukum Keluarga (Al-Ahwal asy Syakhshiyah), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Akuntansi Syariah, Sejarah Peradaban Islam, Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Tafsir Hadist, dan lain sebagainya.

Khusus untuk UIN, biasanya ada yang membuka program studi umum pada jalur SPAN-UM PTKIN. Seperti halnya UIN Raden Fatah Palembang yang membuka jurusan umum di SPAN PTKIN dan UM PTKIN seperti jurusan Jurnalistik & Sistem Informasi, dan UIN Alauddin Makasar yang membuka jurusan Biologi, Fisika, Teknik Informatika, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Perpustakaan, Farmasi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika.

Meskipun demikian tidak semua STAIN, IAIN, UIN membuka jurusan IPA atau IPS secara murni. Kebanyakan mengombinasikan bidang umum dengan Islam itu sendiri seperti Akuntansi Syariah, Manajemen Dakwah, Psikologi Islam, dan masih banyak lagi.

Dalam jalur SPAN PTKIN maupun UM PTKIN, Sobat FoKus bisa memilih lintas jurusan. Maksudnya, jika SMA-nya dari jurusan IPA tapi ingin mengambil jurusan yang berbau IPS (seperti Sejarah Kebudayaan Islam, Studi Agama Agama, dll) itu diperbolehkan. Konsekuensinya, Sobat FoKus harus belajar materi Soshum/Saintek sesuai dengan bidang jurusan yang dipilih.

SPAN-UM PTKIN 2019 akan segera di-launching pada 23 Januari 2019 mendatang. Untuk itu, ikuti terus Infokampus.news agar selalu update kabar terbaru dari SPAN-UM PTKIN dan informasi seputar dunia kampus lainnya. Semoga bermanfaat! (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published.