“Join Komunitas”. Ini Saran Lead Data Engineer Traveloka Saat Beri Kuliah Tamu di STIKI Malang

INFOKAMPUS.NEWSLead Data Engineer di Traveloka, Andi Nugroho Dirgantara memberi kuliah tamu kepada mahasiswa STIKI Malang. Kuliah tamu yang digelar di Ruang Seminar Gedung A STIKI Malang pada Jumat, 22 November 2019 ini bertemakan “Data in Early Phase Startups“.
KULIAH TAMU STIKI MALANG
Andi memiliki pengalaman lebih dari 6 tahun sebagai Software Engineer. Dimana, 4 Tahun terakhir ia fokus bekerja pada data engineering ( Big Data). Sekarang ia menempati posisi sebagai Lead Data Engineer di Traveloka serta Lead Facebook Developer Circles Malang.
Mahasiswa STIKI Malang mengikuti Kuliah Tamu Lead Engineer Traveloka
Selain itu, ia juga menjadi Co-founder The Bros Coffee and Coworking Space (@thebros_co) serta Co-founder Cahayu Aesthetic and Slimming Center (@cahayu.clinic).
Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa STIKI Malang dari berbagai program Studi. Program studi S1 yang ada di STIKI Malang yaitu Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, serta Sistem Informasi.
Sedangkan program D3 STIKI Malang adalah Manajemen Informatika. Selain itu, STIKI Malang yang berslogan IT Professional? Starts Here ini memiliki International Programs antara lain Double Degree, Student Exchange, Credit Transfer, serta Internship Program.
Pada kesempatan ini Andi menjelaskan alasan mengapa Data menjadi pilihan. Salah satunya  dikarenakan penggunaannya untuk mencegah Highest Paid Person’s Opinion (HIPPO). Selain itu, ia mengajak mahasiswa STIKI Malang untuk terus meningkatkan berbagai Skill, mengingat banyak kesempatan dan semakin tingginya tingkat persaingan.
“Startup besar yang ada di Jakarta itu sudah ada kantornya di Malang. Contohnya Ruang Guru, cuma namanya opportunity selalu berbanding lurus dengan persaingan. ya kan.” paparnya.
“Even perusahaan datang ke Malang kalau teman-teman tidak bisa Catch Up dengan teknologi yang ada, ngga bisa ngikutin yang dibutuhin industri tadi. Otomatis akan tergerus. Yang awalnya kita datang ke Malang supaya opportunity tambah besar,  jadi banyak, tapi kalau teman-teman di Malang sendiri tidak bisa catch up teknologinya. Otomatis yang pake tadi bukan temen-temen. Otomatis orang lain, entah orang di luar Malang. Jadi teman-teman ngga bisa Catch Up yang rugi teman-teman sendiri,” tambahnya.
Andi menyarankan mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai komunitas supaya dapat meningkatkan skill terutama dalam hal softskill.  “Jadi Saran saya joinlah di komunitas, selalu improve technical skill kita. fokus belajar dulu ngga masalah. Dua-duanya harus, jadi soft skill kombinasi segala macem tetap harus di improve,” pungkasnya. (Rfl)
Baca Juga :  15 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi QS WUR Tahun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.