Jumlah Makin Minim, Pemerintah Fokus Benahi Pendidikan Dokter Spesialis

Infokampus.news, Malang – Direktur Jendral Sumber Daya Iptek Dikti Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mengungkapkan, saat ini Dikti sedang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sehat, produktif, dan mempunyai daya saing tinggi. Apalagi, ditengah gempuran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kualitas lulusan khususnya di bidang kedokteran haruslah mampu berbicara banyak di dunia luar.

“Karena dokter-dokter kita haruslah mempunyai kualitas dan bermutu tinggi. Sehingga tidak hanya dapat di banggakan di dunia nasional, namun juga dapat dibanggakan ketika ditempatkan di negara-negara tetangga,” Paparnya saat mengisi acara Semiloka Nasional Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Brawijaya.

Produksi SDM Dan Kebutuhan Belum Selaras, Sinergi Dua Kementrian Siapkan Induk Perencanaan

Pria yang akrab disapa Ghufron pun mengatakan, saat ini dalam dunia pendidikan kesehatan belum mempunyai sebuah rencana induk pengembangan SDM. Hal tersebut menjadi penting dikarenakan sebelumnya relevansi produksi SDM belum selaras dengan kebutuhan di lapangan. Sehingga proses pemerataan tenaga kesehatan pun belum bisa berjalan dengan baik.

“Haruslah ada keselarasan terkait produksi dan kebutuhan. Untuk itu melalui sinergi Kemenkes dan Kemenristekdikti, kami akan coba buat suatu induk perencanaan tersebut sehingga program pemerataan dokter di Indonesia bisa berjalan dengan baik,” Jelas di kegiatan yang bertempat di Widyaloka UB tersebut.

Jumlah Makin Minim, Pemerintah Gencarkan Lulusan Dokter Spesialis

Lebih lanjut, Ghufron juga menyoroti proses penyelenggaraan pendidikan di bidang pendidikan dokter spesialis. Menurutnya, peningkatan mutu pada bidang dokter spesialis haruslah digencarkan kembali oleh seluruh pihak penyelenggara pendidikan. Hal ini disebabkan, dokter spesialis sendiri mulai minim jumlahnya di Indonesia.

“Apalagi program pemerataan dokter ke seluruh pelosok Indonesia ini sendiri sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis. Melalui sinergi dua kementrian ini, kami akan genjot angka lulusan dokter spesialis sehingga pemerataan dokter di Indonesia mampu dijamah oleh segala jenis dokter spesialis,” Jelasnya.

Melalui Perpres No.4 Tahun 2017, Dokter Wajib Mengabdi Di Daerah Selama Satu Tahun

Untuk itu, Pemerintah melalui Peraturan Presiden No.4 Tahun 2017 yang mewajibkan para dokter spesialis untuk di tempatkan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan selama setahun penuh. Ghufron optimis, selain tersedianya dokter spesialis membantu sektor kesehatan di daerah, para dokter spesialis tersebut akan mendapatkan kompetensi dan kemahiran dalam bidangnya.

“Karena aturan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Terutama di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Dan tentu saja pemerintah juga menyiapkan dana bagi dokter yang ditempatkan didaerah tersebut,” Jelasnya. (uch)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menkes Acungi jempol Sinergi Riset PT dan Dunia Medis.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) hadir dalam kegiatan Semiloka Nasional Pendidikan Dokter di Universitas Brawijaya (UB)

Close