Jumlah Profesor Minim, Indonesia Butuh 17 Ribu Lagi

Infokampus.news – Malang – Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia ternyata tidak berbanding lurus dengan jumlah profesor di negeri ini. Padahal dengan sumber daya manusia yang ada semestinya Indonesia mampu menghasilkan guru besar yang berkualitas guna menunjang peningkatan mutu pendidikan. Direktur Karier SDM Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, MPd. MA Juni lalu menyebut bahwa jumlah Guru Besar di Indonesia hanya sekitar 3 persen, atau 5000 dari 180 ribu total dosen di Indonesia.

Selain itu kurangnya jumlah doktor, dosen belum tersertifikasi 50 persen, serta 28 ribu dosen di Indonesia masih berkualifikasi strata 1 menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Kemenristek Dikti untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Jumlah Guru Besar masih sangat sedikit, dari 180 ribu dosen jumlah profesor hanya 5 ribuan atau baru sekitar 3 persen saja,” jelas Bunyamnin seperti dilansir Tribunsolo.

Sementara itu Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Prof. Ali Ghufron Mukti menyebutkan bahwa secara nasional Indonesia membutuhkan 22 ribu tenaga profesor. Sedangkan di Indonesia baru ada 5.109 profesor, sehingga membutuhkan sekitar 17 ribu profesor lagi untuk menutupi kebutuhan pendidikan perguruan tinggi. Untuk itu Kemenristek Dikti juga telah memberikan kemudahan bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikannya melalui beasiswa.

Baca Juga :

Program kami bukan saja peningkatan kapasitas dosen, tapi pemberian beasiswa. Kami alokasikan ada 2.000 beasiswa, tahun 2016 kami biayai untuk S2, S3, dan ini mau ditutup dalam waktu yang tidak terlalu lama, maka harus segera dimanfaatkan,” ujarnya dikutip Antara Juni lalu.

Selain itu, guna mendorong semangat para dosen untuk peningkatan kapasitas mereka, pemerintah juga akan memberikan subsidi Rp 50 – Rp 100 juta per publikasi untuk dosen yang bisa memublikasikan tulisannya secara internasional.
Kemudahan dan apresiasi tersebut tentunya bisa mendongrak jumlah profesor berkualitas di Indonesia kedepan. Jumlah profesor dalam suatu negara dapat menjadi indikator aktifnya pengembangan sains dan teknologi seperti Amerika dan Jepang yang kini menjadi kiblat teknologi dunia. (Gpl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comunation UMM: Sosial Media Cara Jitu Tarik Wisatawan

Sosial media memiliki peran yang cukup signifikan dalam strategi pemasaran khususnya di bidang pariwisata. Raditya Prabowo Bussines Leader ZENO STRATCOM...

Close