Kamu Perlu Tahu! Tahun 2019 Kemenristek Dikti Ubah Sistem Penerimaan SBMPTN

Infokampus.news – Seleksi Bersama Msuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2019 akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kemenrsitek Dikti mengubah sistem penerimaan SBMPTN, kedepannya calon mahasiswa baru bisa dengan mudah memilih program studi setelah mendapatkan nilai.

Pada SBMPTN sebelumnya, calon mahasiswa diwajibkan memilih program studi sebelum melakukan tes. namun sekarang akan berlaku sebaliknya. hasil nilai SBMPTN yang berbasis komputer akan digunakan untuk mencari jurusan dengan nilai yang didapatkan.

Sekarang, peserta SBMPTN harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). setiap peserta harus menjalani Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tas Kompetensi Akademik (TPA).

Setiap calon mahasiswa bisa mengikuti ujian maksimal sebanyak dua kali. tes ini akan digelar LTMPT pada Maret0Juni. totalnya digelar hingga 24 kali. hasil tes itu akan diapaki untuk emndaftar ke jurusan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Rektor perguruan tinggi Negeri di Bandung optimis mekanisme Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang baru akan menjaring calon mahasiswa yang lebih baik. PTN berharap bisa menerima calon mahasiswa di jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

“Dengan memberi kesempatan calon mahasiswa mengikuti dua kali tes SBMPTN, peserta punya waktu untuk mengasah kemampuannya, ini mirip dengan tes TOEFL, boleh ikut berkali-kali dan memberi kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan diri jadi tidak apa-apa”. Ungkap Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsyah Suryadi.

Kadarsyah menambahkan, terkait kuota, ITB tetap emnggunakan formula yang sama dengan tahun lalu, yaitu 60% SNMPTN dan 40% SBMPTN. tidak ada jalur ujian mandiri. ITB tidak mengubah presentase itu akrena evaluasi tahun lalu menunjukan hasil yang memuaskan.

Sementara itu Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono Achmad mengatakan, “di banyak PTN menunjukkan gejala yang serupa. bagi mahasiswa dari jalur SNMPTN, prestasi gemilang selama di SMA tidak selalu berkorelasi dengan prestasinya di bangku perguruan tinggi, mungkin saja sekolahnya memang sudah bagus, atau mungkin ada siswa berprestasi bagus tetapi sekolahnya tidak sebagus itu.”

Dari segi pelaksanaan, mekanisme baru ini menjadi solusi persoalan infrastruktur yang tidak bisa merata. tes serentak dengan model berbasis komputer akan memberatkan bagi lokasi yang tidak memiliki infrastruktur memadai. (Jul) 

Berita Terkait

  • Infokampus.news - Dilansir dari OkeZone.com, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak mengadakan sebuah konferensi pers di gedung Kementerian Ristekdikti pada Selasa 3 Juli 2018. Dalam press conference tersebut, Menristekdikti membahas mengenai informasi hasil seleksi SBMPTN 2018, salah satunya mengenai PTN yang meraih nilai rata-rata SBMPTN tertinggi untuk kategori program studi Soshum maupun Saintek. 10 Peringkat PTN Peraih Jumlah Nilai Rata-Rata SBMPTN Tertinggi 2018…
  • Pasca pengumuman SBMPTN 2018 kemarin (4/7) Universitas Negeri Malang merilis data resmi terbaru seputar program studi yang paling diminati para pendaftar. Tahun ini Prodi Teknik
  • Total sebanyak 2.482 orang hari ini mengikuti ujian ketrampilan jalur SBMPTN 2018 Panlok 55 Malang. Pembagian ini meliputi 1.271 orang peserta tes kesehatan dan ketrampilan, 23

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
PRASASTI 2018: “Karya Pemuda dalam Demokrasi”

Infokampus.news, Malang - Seminar Nasional Prakarsa Argumen Silang Tokoh Indonesia atau yang disingkat dengan nama PRASASTI 2018 kali ini membawakan

Close