KAPOLRI : Pentingnya Kita Waspada Terhadap Kemajuan Teknologi Cyber

Infokampus.newsSeiring berjalannya waktu Teknologi Cyber sudah berkembang dengan sangat pesat, penggunaan internet sebagai media sangat beragam, kemudahan berkomunikasi dan berinteraksi tanpa batas sangat memudahkan banyak pengguna teknologi cyber. Hal ini memunculkan banyaknya penyalahgunaan internet memiliki dampak negatif yang dicemaskan banyak kalangan, seperti timbulnya kejahatan melalui media cyber atau biasa dikenal dengan Cybercrime.

Penggunaan Teknologi Cyber yang dilakukan secara tidak bertanggungjawab berakibat pada timbulnya ancaman pada pihak-pihak tertentu maupun masyarakat luas. Saat ini marak ditemukan penyalahgunaan Teknologi Cyber yang disalahgunakan oleh para teroris.

Para peneliti mempresentasikan lebih dari 51 makalah penelitian dari para akademisi nasional maupun internasional. Abstrak makalah terpilih nantinya akan dipublikasikan oleh penerbit Atlantis yang terindeks ISI. Dengan mengangkat subtema makalah “Human Security and Political Violence”, “Border Management and Governance”, “Food Security and Decentralization”, “Sustainable Development, Policy and Civic Engagement”, dan “Digital Society, Cyber Crime and National Security”.

Jenderal Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menghimbau kewaspadaan seluruh pihak dalam memerangi Cybercrime, khususnya penggunaan Teknologi Cyber dalah dunia terorisme.

Kegiatan tahunan yang diadakan oleh para pakar sosial dan politik untuk mendiskusikan fenomena sosial politik dalam kerangka keilmuan dari berbagai penjuru dunia. Acara bertajuk The 3rd ICoCSPA (International Conference on Contemporary Social and Political Science Affair) “Development and Security in Risk Society” yang diadakan di Hotel Garden Palace Surabaya ini menjadi tempat berberdiskusi mengenai kewaspadaan pada serangan Cybercrime.

Hati-Hati, Penyalahgunaan Teknologi Cyber Oleh Para Pelaku Teroris

“Selain itu, cyber juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi teroris untuk mengkader masyarakat awam untuk menjadi anggota kelompok terorisme,” terangnya.

“Poin utama saya adalah kita harus bersatu membentuk keamanan global untuk menandingi jaringan kejahatan maupun terorisme. Kita harus memperkuat kolaborasi baik di tingkat negara hingga ke desa. Para akademisi juga bisa merekomendasikan kebijakan-kebijakan berdasarkan riset dan teori-teori. Kita (pemerintah) sangat terbuka dengan masukan-masukan itu,” pesannya.

Hadir pula pada ICoCSPA (International Conference on Contemporary Social and Political Science Affair) Agus Wijoyo selaku Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional, Prof. Hisae Nakanishi, Ph.D dari Universitas Doshisha Jepang, Prof. Dr. Peter Grabosky dari Universitas Nasional Australia, Dr. Robbie Pieters dari Universitas Sydney Australia dan Baiq Wardhani, Ph.D dari Universitas Airlangga(has)

Sumber : http://www.unair.ac.id/

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tingginya Angka Keterserapan Lulusan di Kampus UNIDHA Ini Patut Kamu Jadikan Referensi Berkuliah Lho!

Bersamaan dengan momen wisuda, salah satu pertanyaan yang paling sering terdengar adalah angka keterserapan lulusan di sebuah institusi perguruan tinggi

Close