Keadilan Bagi Jurnalis Perempuan

Infokampus.news, Malang – Perempuan dan perjuangan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, saat ini sudah banyak perempuan yang berhasil menjadi tokoh besar yang salah satunya sebagai jurnalis perempuan.

Kesetaraan memang sudah berlakukan, bahkan pemerintah juga membuat banyak peraturan yang dikhususkan untuk kenyamanan dan keamanan perempuan.

Negara memang sudah mengesahkan Undang-Undang mengenai kebijakan perempuan, namun masih banyak ditemui pelecehan yang dilakukan terhadap perempuan.

Galuh Pandu Larasati seorang jurnalis perempuan yang sudah memiliki segudang talenta di bidang jurnalis menceritakan pengalamannya sebagai jurnalis perempuan.

“Menjadi seorang perempuan adalah hal yang sangat istimewa, untuk saya perempuan adalah sosok yang tangguh,” ungkapnya.

“Saya sendiri adalah jurnalis perempuan, menjadi minoritas juga bukan hal yang mudah. Memang sudah banyak perempuan yang berkarir diberbagai bidang, namun dibalik kesuksesan mereka tentunya juga memiliki cerita besar,” paparnya.

“Pelecehan tidak selamanya dilakukan dalam bentuk perlakuan yang melibatkan kontak fisik, namun perkataan dan candaan juga dapat dikategorikan sebagai pelecehan,” tegasnya.

“Kebutuhan sebagai perempuan sangatlah besar, itu yang membuat tuntutan wanita untuk lebih berkembang bagaimanapun kondisinya,” ungkap wakil ning Kota Batu 2016 tersebut.

“Semakin banyak mengambil kesempatan, semakin dapat berkembang. Saat perempuan tertantang untuk membagi waktu untuk mensejahterakan diri sendiri dan orang lain, maka perempuan itu sedang memperjuangkan apa yang sudah menjadi keinginannya,” paparnya.

“Mengalami minoritas sebagai perempuan bukan hal yang mudah, banyak perempuan mengalami pelecehan dalam konteks gender. Terkadang perempuan menjadi objek bahan lelucon bagi teman-teman jurnalisnya dan itu menjadi polemik tersendiri,” tegasnya.

“Dijurnalis, jurnalis perempuan dimanfaatkan menjadi umpan kepada narasumber itu menjadi potret ketidakadilan di dunia jurnalis,” ungkapnya.

“Ku tahu apa yang ku mau” adalah misi yang sangat menguatkan, apa yang kita lakukan dapat bermanfaat setidaknya untuk diri kita sendiri, dan orang-orang disekeliling kita.

Tips Pintar Menjadi Jurnalis Perempuan

“Sebagai jurnalis perempuan kita harus bisa melihat mana yang baik mana yang bukan, bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain dan bertanggung jawab atas apa yang sudah kita pilih dan memberikan yang terbaik atas apa yang sudah kita kerjakan,” pesannya.

“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang bisa dibagikan dengan orang lain, maksimalkan potensi yang ada dalam diri kita dan berikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

“Harus kritis terhadap situasi disekeliling kita. Bagaimana seorang perempuan dapat menjadi kuat dengan terus belajar dan menghargai apa yang ada disekelilingnya,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dosen UNIKAMA Ini Ajak Siswa Belajar Matematika Dengan Monopoli!

Salah seorang dosen UNIKAMA, Dra. Rahayu M.Ed., menemukan metode baru untuj ajak siswa belajar matematika dengan monopoli. Judul penelitiannya ini

Close