Kemajuan Teknologi di Sektor Perikanan Dunia Dikupas dalam International Fisheries Symposium 2017, Ternyata Indonesia Masih Banyak Tertinggal!

Infokampus.news, Malang – Kemajuan Teknologi di Sektor Perikanan Dunia Dikupas tuntas dalam International Fisheries Symposium 2017 yang digelar mulai hari ini (8/11) hingga di Aula Agro Kusuma kota Batu. Disini para pakar dan praktisi yang ahli dalam bidang teknologi perikanan dan kelautan dari berbagai negara melakukan sharing knowledge terbaru dalam bidang ini.

Ditemui di sela kegiatan berlangsung, Asep Awaludin Prihanto, Chairman dari simposium ini mengungkapkan hal ini sangat dibutuhkan negara Indonesia untuk pengembangan teknologi di sektor perikanan dan kelautan.

“Karena dibanding negara-negara seperti Thailand, Vietnam itu teknologi kita masih kurang digali lagi dikembangkan lagi. Kami kira dengan sharing seperti ini kami perlu belajar dan juga berkaca,” tukasnya pada tim infokampus.news.

Ia mencontohkan salah satunya seperti peternak lele di Indonesia dan negara lain. Peternak lele di Indonesia hanya berpikir memberi pakan saja lalu menjual hasil ternak, sedangkan di negara lain peternak lele sudah mulai memikirkan untuk modifikasi dan produksi pakan yang tepat untuk hewan ternak mereka.

“Kalau mereka sudah berpikir bagaimana formulasi pakan, bikin sendiri penelitian dalam bidang itu mereka leading memang kelebihannya. Indonesia juga leading tapi di bidang lain, untuk kesadaran teknologi seperti ini masih perlu banyak belajar banyak kita.” Tambahnya.

Kemajuan Teknologi di Sektor Perikanan Dunia Dikupas tuntas dalam International Fisheries Symposium 2017 Indonesia Juga Harus Perhatikan Keberlanjutan Ekosistem Laut

Selain kemajuan dan kesadaran teknologi yang perlu ditingkatkan, Asep juga menilai Indonesia sudah mulai harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem laut. Karena saat ini dunia juga sudah mulai aware dengan keberlangsungan ekosistem laut.

“Sustainable aquatic dan environment juga mulai diperhatikan, alasannya sekarang negara-negara luar itu sangat perhatian dengan ini. Misal kita tangkap ikan tidak sengaja menangkap  lumba-lumba, nah ini tidak bisa mereka pasti akan sangat kritis untuk menolak mengkonsumsi ini. Sedangkan kita belum sampai kesana,” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Tergiur Makanan Barat, Ternyata Makanan Asia Lebih Sehat! Ini Penjelasannya

Ternyata makanan Asia lebih sehat daripada makanan yang berasal dari wilayah negara bagian barat. Hal ini disampaikan

Close