Kemampuan Ekonomi Tinggi Bukan Jaminan Lolos Seleksi Mandiri

Infokampus.news – Banyak berkembang anggapan bahwasanya peserta seleksi mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mengisi uang pangkal dengan nominal besar pasti akan diterima. Padahal realitanya tidak ada jaminan peserta yang mengisi uang pangkal dengan nominal besar akan diterima.

Kemenrisetdikti telah menghimbau rektor-rektor PTN untuk memperhatikan kemampuan ekonomi dari calon mahasiswanya dalam menentukan uang pangkal atau sumbangan pembangunan institusi (SPI). Kemenrisetdikti juga meminta agar seleksi mandiri ini harus didasarkan atas prestasi dari calon mahasiswa.

Jalur seleksi mandiri PTN ini memiliki daya tampung maksimal 30 persen. Jika peserta yang lolos dari golongan menengah ke atas dapat mengisi uang pangkal yang lebih tinggi namun untuk mahasiswa yang lolos dari golongan tidak mampu, rektor bertanggungjawab untuk memberikan solusi dari persoalan ini. Memang jalur seleksi mandiri PTN menjadi jalur penerimaan mahasiswa baru dengan biaya kuliah yang paling tinggi dari jalur-jalur yang lain seperti SNMPTN ataupun SBMPTN. Dimana uang pangkal hanya akan dikenakan pada mahasiswa yang dinyatakan lolos lewat jalur seleksi mandiri saja.

Baca Juga :  Pendaftaran Jalur Mandiri Unesa SPMB Reguler 2022 Masih Dibuka, Bisa Tes dari Rumah

Proses seleksi dari jalur mandiri ini berdasarkan atas nilai akademik dan lokalitas daerah. Tidak sedikit calon mahasiswa dari Ibu Kota yang akhirnya mendaftar ke kampus-kampus negeri di daerah. Untuk itu pemerintah melakukan pengontrolan agar calon mahasiswa dari Ibu Kota tidak mematikan potensi siswa daerah karena kalah bersaing.

Banyak calon mahasiswa, terutama dari kalangan kurang mampu merasa khawatir dengan uang pangkal yang harus mereka bayarkan. Dari pemerintah dan pihak kampus sendiri telah memberi beberapa pilihan jalan keluar yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yang pertama mahasiswa dapat mengajukan bidikmisi. Alternatif lain bisa dengan memilih untuk membayar UKT level I sebesar Rp 500.000 atau Rp 1.000.000 untuk level II persemesternya.

Bagi mahasiswa yang tidak mampu bisa saja tidak dikenakan uang pangkal ataupun pungutan lain selain uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP. Kemungkinan peniadaan uang pangkal bagi mahasiswa kurang mampuĀ  ini juga didasarkan atas kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing kampus. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published.