Kembali Menoreh Prestasi, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Karya di Lomba Gapura Kota Pasuruan

INFOKAMPUS.NEWS, Malang – Sekali lagi patut berbangga, mahasiswa ITN Malang kembali meraih prestasi. Kali ini 6 mahasiswa nya mampu membuktikan kebolehannya pada ajang lomba desain gapura di Kota Pasuruan. 6 mahasiswa ITN Malang berhasil masuk ke-10 besar dalam lomba mendesain gapura jalan diwilayah Pasuruan.

Pendaftaran lomba sendiri gratis tanpa dipungut biaya apapun, peserta lomba ada 28 lebih baik umum, kontraktor, mahasiswa, siswa dan kalangan lain.

Menurut Nico Firmansyah mahasiswa arsitektur semester 3 ini mengikuti lomba tersebut adalah kesadaran diri. Tidak dibayangkan jika ia dapat meraih juara utama mengalahkan peserta lain, namun ia mengakui jika pada mulanya lomba ini didasari oleh kemauannya bersama teman-teman tanpa melibatkan pihak kampus.

“Awalnya kami ikut lomba secara perseorangan tanpa bilang ke pihak kampus, namun sebuah kebanggaan akhirnya dapat meraih juara bersama teman-teman yang lainnya. Setelah itu kami baru memberikan informasi kepada pihak kampus terkait kemenangan ini,” ungkap mahasiswa asal Pasuruan ini.

Selaras dengannya, Moh. Rikzan Wagianto mahasiswa ITN Malang yang masih duduk dibangku semester pertama ini juga menjelaskan proses mengikuti lomba hingga pada akhirnya dapat menang.

Baca Juga :  LOWONGAN KERJA PT AMERTA INDAH OTSUKA 2019

“Untuk ikut lomba ini kami daftar secara perseorangan ada tahap yang harus diikuti mulai seleksi pengiriman desain, presentasi hingga pengumuman tahap selanjutnya,” katanya.

“Setelah ini saya pribadi menjadi lebih semangat ikut lomba, untuk event selanjutnya sedang proses lomba di Lombok yakni membuat desain rest area, itu sendiri event dari BUMN. Ada 250 peserta yang turut serta dan juga ada lomba di kota Batu membuat desain interior dan eksterior dari pihak swasta,” jelas putra asli Probolinggo ini.

Lomba ini sendiri adalah inisiasi dari bappeda kota Pasuruan, dengan mengangkat tema kearifan lokal yang ada disana. Seperti konsep prahu yang diambil dari filosofi pelabuhan di kota pasuruan, lesung yang menandakan adat gotong royong dan pola batik daun sirih yang menjadi icon kota Pasuruan.

“Kurang lebih 1 Minggu proses mendesain gapura mulai dari sketsa penentuan konsep hingga eksekusi desain,” ungkap Rifa’i Rezaena mahasiswa semester 3 asal sragen.

“Saya sendiri menggunakan konsep batik daun sirih yang sesuai dengan icon kota Pasuruan. Setelah mematangkan konsep lalu pada proses desain menggunakan aplikasi 3D SketchUp,” tutupnya. (HAS)

Baca Juga :  STIKI Malang Ajak Pegiat Game Rupiahkan Karyanya Lewat Digital CollaborAction Power

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *