Kemenag Ajak Mahasiswa UM Peluk Islam Moderat “Agar Lebih Erat”

Infokampus.news, Malang – Islam moderat merupakan solusi paling efektif untuk mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia yang sempat memanas beberapa waktu lalu. Isu radikalisme yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu juga terjadi di banyak wilayah termasuk di lingkungan kampus UM.

“Perguruan tinggi non keagamaan dalam wilayah Kemenristekdikti atau kampus umum itu sarang penyemaian ideologi transnasional radikal seperti HTI dan ideologi radikal lainnya sehingga pemerintah melalui Kemenag ingin garap itu salah satunya dengan workshop ini dengan tema penguatan moderasi Islam untuk Rahmatan lil ‘alamin.” ujar pemateri workshop Dr. Yusuf Hanafi M.Fil.I saat ditemui wartawan di sela acara.

Islam Moderat Bisa Satukan Perbedaan

Menurut Yusuf sendiri para pemeluk ideologi radikal yang ada di kampus UM sudah mulai surut. “Belakangan sudah cukup baik. Lalu makin lama pemahaman radikalisme dan aksi keagamaan disini makin surut tapi bukan berarti sudah habis,” tambahnya.

Mengambil jalan tengah dalam beragama di lingkungan majemuk seperti negeri kita ini menurutnya akan jauh lebih ‘merekatkan’ persatuan. “Kita bukan negara agama tapi juga bukan negara sekuler. Agama itu nilai penting berbangsa dan bernegara tetapi tidak harus tonjolkan simbol itu (re: agama) karena simbol tidak akan rekatkan perbedaan.” Tutupnya.

Ia sangat berharap para mahasiswa calon pemimpin bangsa ini terjaga pemahaman dan pemikiran keagamaan yang radikal dan kontaminasi ideologi transnasional yang memecah kesatuan bangsa. Karena kesuksesan sebuah bangsa di masa depan tercermin dari apa yang ditanam di masa sekarang. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
impor kedelai dari amerika
Banyak Impor Kedelai Dari Amerika, Guru Besar UB Ini Punya Solusi Sendiri

Indonesia yang katanya negara agraris ternyata banyak impor kedelai dari amerika. Fakta ini sangat

Close