Memberikan Wadah Untuk Mahasiswa Melalui Kerjasama Dengan Kemenpora dan Industri

Infokampus.news, Nganjuk – Universitas Widyagama Malang hadir di Nganjuk untuk mengikuti kegiatan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) DPD Jawa Timur sekaligus untuk menandatangani MoU dengan Kemenpora dan Industri.

ADRI DPD Jawa Timur menggelar kegiatan rutin ke-11 di Pendopo Kabupaten Nganjuk Sabtu (18/03). Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ula Nganjuk menjadi tuan rumah untuk kegiatan rutin ini.

Acara yang bertajuk International Multidisciplinary Conference and Call Paper dengan tema Academic Role in Facing Asean Economic Community (AEC) Global Challenge, Local Act. Disamping itu diagendakan juga penandatanganan naskah kerjasama dengan Kemenpora dan Industri yang diwakili oleh Kadin dan PERWIRA (Perhimpunan Wirausaha Wanita).

“27 PTN/PTS ambil bagian dalam penandatanganan kerjasama ini. Kerjasama ini nantinya akan mewadahi bidang perdagangan dan perindustrian, hibah penelitian, juga memberikan peluang kepada para mahasiswa dari PTN/PTS untuk magang industri di Sritex Gayungsari selama 18 hari dan pada hari 19 peserta akan diberi modal sebesar 900 ribu dan direkrut untuk bekerja di Sritex,” ungkap Meithiana yang juga perwakilan dari ADRI.

Baca Juga :  UNPAD Kembangkan Prototipe Penyaring Air Banjir Menjadi Air Bersih Siap Minum

Sebelum penandatanganan MoU dilakukan terlebih dahulu International Conference dengan menampilkan dua narasumber, Prof. Dr. Magdy Behman, MA, DIS dari USA dengan judul paparan Youth Perspectives on the Dynamics of Contemporary Islamic World in Facing AEC dan Dr. Anton Muhibuddin, Core to Core Program, JSPS Japan dengan paparan berjudul Potential of Youth Generation in Discovering Nation Resources to Create Properity of Indonesia.

“Pancasila adalah karakter yang luar biasa dari bangsa Indonesia. Dari sisi pendidikan, ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena beberapa kendala, diantaranya bahasa, budaya dan disiplin. Agama diberikan baru sebatas teori, padahal yang lebih penting adalah bagaimana implikasinya di masyarakat. Indonesia bukan negara Islam. Karakter Islam Indonesia tidak sama dengan karakter Islam di Saudi Arabia. Islam Indonesia adalah Islam Pancasila,” ungkap Magdy.

Baca Juga :  Penghargaan Untuk Pencapaian Prestasi Di Universitas Widyagama Malang

Sementara Anton menjabarkan bahwa sebenarnya potensi yang luar biasa dari generasi muda (SDM) Indonesia akan dapat meningkatkan harkat dan martabat banga Indonesia manakala dikawinkan dengan potensi sumber daya alamnya (SDA).

“Sayangnya, generasi muda kita banyak yang bermasalah, dan yang terbanyak terkait dengan minuman keras dan narkoba. Ini menjadi pekerjaan rumah yang penting bagi keluarga agar ke depan lebih mampu menanamkan karakter-karakter Indonesia yang ber-Pancasila kepada para generasi mudanya,” pungkasnya.

Universitas Widyagama Malang Tandatangani MoU Dengan Kemenpora dan Industri

Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS. menjadi perwakilan dari Universitas Widyagama Malang untuk penandatanganan MoU.

“Kerjasama dengan Kemenpora dan Industri ini tidak berhenti hanya sampai dengan penandatanganan naskah kerjasama saja, tetapi segera dikonkritkan dengan tindakan nyata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Universitas Islam Malang Gembleng Guru LP Ma'arif Kabupaten Malang

“Kerjasama ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja civitas akademika dalam bidang tri dharma perguruan tinggi. Bidang penelitian lebih meningkat lagi menghasilkan inovasi-inovasi baru yang sesegera mungkin diaplikasikan dalam wadah pengabdian kepada masyarakat. Dari komunikasi dan interaksi langsung dengan masyarakat ini nantinya diharapkan dapat digali lagi kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari,” demikian jelas Sukamto. (has)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disiplinkan Mahasiswa Dengan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

Universitas Widyagama Malang berkerjasama dengan FORHATI dan KOHATI Malang membuat pelatihan penulisan karya ilmiah.

Close