Atasi Tingginya Angka Sarjana Menganggur, Kemenristekdikti Canangkan Hal Ini

Infokampus.news – Jumlah sarjana menganggur semakin meningkat setiap tahunnya. Hingga kini, tercatat ada kurang lebih 4.710 lembaga perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.254 perguruan tinggi ada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI).

Jumlah PT yang cukup besar tersebut rupanya dinilai tak ideal, sebab masih banyak sarjana lulusannya yang kini justru masih menganggur. Sebagai perbandingan, Negara Tiongkok dengan penduduk sekira 1,4 miliar jiwa hanya memiliki sebanyak 2.800 PT.

Banyaknya angka sarjana menganggur disebabkan beberapa faktor, salah satunya yakni minimnya pemberdayaan tentang dunia kerja saat masih duduk di bangku kuliah. Dampaknya, lulusan kampus negeri maupun swasta yang ada seringkali tak sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasar.

“Tujuan dari proses pendidikan tinggi seperti itu ya, menyiapkan betul-betul lulusannya agar siap bekerja, jangan sampai nanti job marketnya nggak dapet. Jadi tidak malah mencetak pengangguran intelektual,” ujar Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Totok Prasetyo saat menghadiri meresmikan kantor Program Cooperative Education di Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Seluruh perguruan tinggi yang ada, menurut Totok, harus mulai mengadakan program untuk memberikan bekal dengan pembelajaran berdasarkan pengalaman. Program itu berbeda dengan magang pada umumnya. Jika pada umumnya magang hanya dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat sehingga kurang eksplorasi pengalaman dunia kerja, program baru yang dicanangkan Dikti tersebut pada level tertentu sama persis ketika seseorang tengah bekerja di suatu perusahaan.

“Saat ini kita sudah menugaskan 9 Perguruan tinggi untuk melaksakan program ini, termasuk Prasetia Mulya, UI, ITS, Universitas Surya, negeri dan swasta,” jelasnya.

Sembilan perguruan tinggi tersebut dijadikan pilot project yang di kemudian hari bisa saja diperluas ke berbagai kampus lainnya. Misalnya program Co-Operative Education yang kini diterapkan di Universitas Prasetia Mulya.

Totok menambahkan, program ini betul-betul program untuk memberikan bekal mahasiswa. Sebab program ini sudah dilakukan di Universitas Waterloo, Kanada, selama 60 tahun lebih.

Program Studi Matematika Bisnis Universitas Prasetiya Mulya bekerja sama dengan Risk Management, Economic Sustainability, and Actuarial Science Development in Indonesia (READI) mengadakan Program Co-Op yang berkolaborasi dengan Kemenristekdikti.

Co-Op atau Cooperative Education adalah elemen yang bersinergi dengan kurikulum universitas untuk mahasiswa S1 agar memiliki pengalaman kerja layaknya bekerja di sebuah perusahaan. Proses itu dijalani selama sekira 1 tahun atau 2 semester, sehingga ketika lulus mereka sudah memiliki satu tahun keterampilan di dunia kerja.

“Sedikit demi sedikit budaya Indonesia tentang ini harus berubah. Seluruh pemangku kepentingan program, yakni mahasiswa, universitas, dan industri dapat saling berinteraksi menuju pengalaman kooperatif yang produktif,” ucap Maydison Ginting, Kepala Departemen Prodi Matematika Bisnis Universitas Prasetiya Mulya.

Meskipun program Co-Op baru berjalan tiga tahun di Indonesia, tetapi sejak tahun 2018 lalu Universitas Prasetiya Mulya telah menfasilitasi dua tahap pertama program kooperatif bagi lebih dari 100 siswa tahun pertama untuk bekerja di ratusan perusahaan.

“Bagi mahasiswa, program ini dapat membuat lebih produktif, memoles CV dan surat pengantar, menguasai teknik komunikasi profesional, mahasiswa dapat menelusuri informasi terkait mitra industri universitas, pembelajaran online, serta ruang wawancara untuk berlatih meningkatkan ketrampilan wawancara,” tukasnya. (him)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
perekonomian terkini
FEB UB Gelar Kuliah Tamu, Deputi Gubernur BI Jelaskan Perekonomian Terkini dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

Infokampus.news, Malang -  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) kembali mengadakan Kuliah Tamu dengan judul "Perekonomian Terkini dan Bauran Kebijakan 

Close