Kemenristekdikti Gelar Workshop Kemitraan Ristekdikti Arisa dan Sistem Inovasi

Infokampus.news – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Nasir menjalin kerja sama dengan Australia melalui program ARISA (Applied Research and Innovation Sustems in Agriculture) dan implementasi dari penandatanganan kerja sama antara Direktorat Jenderal Penguatan inovasi dan Badan Riset Commonwealth untuk ilmu pengetahuan inovasi serta Badan Riset Commonwealth untuk ilmu pengetahuan dan Industri di bidang Riset terapan dan sistem inovasi dalam bidang Pertanian (ARISA) pada tanggal 22 Nopember 2016, mengadakan Workshop kemitraan Ristekdikti – pada Kamis s.d Jumat (9-10 Pebruari 2017). Kegiatan yang diselenggarakan di gedung II BPPT ini merupakan langkah awal kemitraan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan CSIRO dalam Program ARISA.

Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, dihadiri pula oleh perwakilan dari Universitas Gajah Mada dan lembaga kebijakan inovasi.

Tujuan diadakannya workshop ini adalah sebagai lesson learn antara RISTEKDIKTI dan ARISA untuk memperkuat jaringan Lembaga Penelitian dan Industri. Memberikan capacity building kepada pelaku kebijakan tentang bagaimana skema internasional dalam memperkuat jaringan lembaga penelitian dan industri serta menyusun rencana kerja antara Ristekdikti dan ARISA sampai dengan akhir tahun 2018. Ini adalah titik awal untuk melaksanakan Perjanjian yang telah disepakati antara Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan CSIRO dalam program Arisa, demikian Jumain Appe dalam sambutannya.

Workshop yang diawali dengan pembukaan Dirjen Penguatan Inovasi dan Group leaders on Agriculture and Innovation, Prof Andy Hall, dilanjutkan dengan presentasi internasional best practices dan lesson untuk penguatan kemitraan Lembaga penelitian dan industri. Materi lainnya yaitu kerangka kerja Monitoring, evaluasi dan learning. Dilaksanakan pula penyusunan rencana kerja sama yang bertujuan untuk mengembangkan dan pilot implementasi untuk monitoring dan evaluation learning (MEL) dalam rangkak memperkuat skema penguatan intermediasi dan mengidentifikasi rekomendasi untuk penguatan program management design. (FAM)

 

Sumber: Kemenristekdikti

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bahasa Daerah Ternyata Sumber Peringkat Membaca Negara Kita Rendah!

Dalam seminar internasional yang digelar di auditorium multikultural Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), beberapa wilayah di Indonesia seperti contohnya di daerah...

Close