Kementrian ATR/BPN Target Tahun 2025 Seluruh Tanah Indonesia Memiliki Sertifikat

Infokampus.news, Malang – Semangat program Nawacita yang di galakkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK saat ini berusaha diterjemahkan oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan menggenjot program sertifikasi tanah yang ditargetkan pada tahun 2019 mencpai angka 9 juta bidang tanah. tercatat sejak 2015, target peningkatan terus di pasang oleh kementrian ATR/BPN.

“Tahun 2015  sebanyak 2,2 juta bidang tanah telah kita peroleh. dan untuk tahun 2017 ini sendiri targetnya sudah jelas, yaiu 5 juta bidang tanah,  2018 menjadi 7 juta, dan 2019 menjadi 9 juta bidang tanah. ini merupakan percepatan pendaftaran tanah sistematis  yang merupakan salah satu terjemahan dari program nawacita,” Ungkap Direktur Survey dan Pemetaan Tematik Dirjen Infrastruktur dan Keagrarian Kementrian ATR/BPN, Tri Wibisono.

Nantinya menurut Tri Wibisono, pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia akan memiliki sertifikat atau paling tidak sudah terdaftar agar diketahui status, pemilik, dan luasannya. Hal itu diharapkan akan meningkatkan kepastian hukum atas tanah yang membuat masyarakat bisa mengakses sistem perbankan.

Kementrian ATR/BPN Kekurangan Tenaga Surveyor Baru Di Indonesia

Untuk mensukseskan program percepata tersebut, Diakui Tri Wibisono dibutuhkan tenaga-tenaga surveyor baru yang berlisensi. menurutnya, saat ini tenaga surveyor di Indonesia masih tergolong rendah, padahal kebutuhan akan tenaga di bidang ilmu tersebut sangat besar.

“Kita butuh surveyor berlisensi itu tidak sedikit. kita butuh sekitar 2.300 surveyor guna mensukseskan program percepatan ini. Saat ini, kira-kira terdapat 2.000 surveyor di Indonesia, dan dari jumlah tersebut hanya 1.000 surveyor yang dapat aktif turun ke lapangan,” Ungkapnya saat memerikan materi di Acara Dies Natalieske 32 Jurusan Geodesi ITN Malang.

untuk intu, menurutnya saat ini Kementrian ATR/BPN sedang gencar mencari bibit bibit ahli dibidang survey dan pengukuran tnah guna nantinya akan diberi pelatihan dan berlisensi sehingga mampu menjadi bagian dalam prosesi penggenjotan sertifikasi tanah di Indonesia ini.

“Kami sedang aktif memberi workshop, penyuluhan, pelatihan lisensi di SMK dan lembaga pendidikan lain yang mempunyai jurusan Survey dan pengukuran tanah. Guna tercapainya target kita di tahuntahun kedepan,” Ungkapnya. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bupati Seruyan Dambakan Universitas Islam Malang Ikut Membangun Seruyan Maju

Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang berasal dari Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah mendirikan Organisasi Daerah (ORDA) yang bernama Ikatan...

Close