Kenalan Yuk, Penyandang Disabilitas jadi Staf Khusus Jokowi

INFOKAMPUS.NEWS – Salah satu staf khusus Jokowi yang berhasil menarik perhatian publik yakni Angkie Yudistia. Perempuan berusia 32 tahun ini penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur.

Presiden Jokowi memperkenalkan Angkie yang aktif di organisasi nasional maupun Internasional. Jokowi lantas menunjuk Angkie sebagai juru bicara Presiden bidang sosial.

Anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) justru dikenal oleh masyarakat luas sebagai perempuan muda yang menginspirasi. keterbatasan yang ia miliki tidak menghambat dia untuk mewujudkan segala mimpi.

Lahir di Medan pada 5 Mei 1987, pendengarannya mulai menghilang saat menginjak 10 tahun. sempat terpuluk dan merasa tidak percaya diri. dukungan kuat dari keluarga dan teman terdekat secara perlahan berhasil membangkitkannya dari keterpurukan.

Lulusan SMA 2 Bogor ini melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di fakultas komunikasi di London School of Public Relations Jakarta. di Kampus ini, ia berhasil meraih gelar master di tahun 2010.

Prestasi yang ia peroleh pada tahun 2008 ia terpilih menjadi salah satu finalis dari daerah pemilihan Jakarta Barat lalu di tahun yang sama  ia sukses menyabet penghargaan sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan.

Baca Juga :  Surya Paloh Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Brawijaya

Pada tahun 2011, dia menuliskan sebuah buku dengan judul Perempuan Tunarungu menembus batas, buku keduanya berjudul Setinggi langit, terbit di pasaran dua tahun kemudian, serta buku ketiganya yang berjudul Become Rich as Sociopreneur. 

Sebelumnya ia pernah bekerja di beberapa perusahaan besar seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara. Angkie juga aktif di Yayasan Tunarungu Sehjira sejak 2009 kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama Thisable Enterprise.

Alasan mendirikan lembaga tersebut untuk memberdayakan kelompok disabilitas Indonesia agar memiliki kemampuan dan keterampilan dan menyalurkan ke dunia kerja, terutama dalam industri ekonomi kreatif. karena kelompok disabilitas masih kesulitan dalam memperoleh pekerjaan.

“Aku mengerti sulitnya mendapat pekerjaan. mengerti asanya dengan bagaimana harus bertahan hidup diantara sulitnya akses menjadi minoritas. namun aku berusaha untuk selalu percaya bahwa setiap disabilitas memiliki peran masing-masing dalam pengembangan. diakui menjadi warga yang setara adalah impian setiap disabilitas dan berusaha untuk menjadikan itu nyata” Tuturnya. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.