Kenali Anak Genius Dari Belgia, Di Usia 9 Tahun Laura Simons Akan Raih Gelar Sarjana Teknik Elektro

INFOKAMPUS.NEWS – Laurent Simons, Seorang anak berusia 9 tahun berasal dari Belgia akan menjadi mahasiswa termuda yang lulus dengan gelar sarjananya. Simons menempuh pendidikan di jurusan teknik elektro Universitas Teknologi Eindhoven (TUE).

Pihak TUE mengizinkan Simons menyelesaikan pendidikannya lebih cepat dari mahasiswa lain. Ia diperkirakan akan menyelesaikan studi pada Desember mendatang. Direktur Pendidikan Sarjana bidang Teknik Elektro TUE, Sjoerd Hulshof menganggap Simons meruapkan anak yang luar biasa.

“ini tidak biasa. Mahasiswa sepsial yang memiliki alasan baik untuk melakukannya dapat mengatur jadwal yang disesuaikan. Hal yang sama juga dilakukan untuk membantu mahasiswa berpartisipasi di cabang olahraga terbaik” ujar Hulshof.

Simons mengatakan teknik elektro adalah pilihannya dan rencananya untuk sedikit belajar mengenai ilmu kedokteran. Kakek dan nenek Simons disebut sudah menyadari kemampuan sang cucu yang luar biasa itu sejak lama. Namun kedua orang tua Simons tak langsung mempercayai kecerdasan luar biasa anak mereka.

Beberapa waktu kemudian, sejumlah guru sekolah menyadari kemampuan yang dimiliki Simons ketika ia diberikan serangkaian ujian untuk mengetahui sejauh mana bakat yang ia miliki.

Baca Juga :  BRIN Luncurkan 47 Daftar Perguruan Tinggi Klaster Mandiri Tahun 2016-2018

“mereka memberi tahu kami bahwa dia (Simons) sperti sebuah spons, Simons merupaka siswa tercepat yang pernah dimiliki di sekolah. Bukan hanya dia hiper, pintar tapi juga anak yang simpatik” Ujar sang ayah.

Simons berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter. Namun, orangtuanya belum mendapatkan penjelasan mengapa anaknya memiliki kemampuan belajar yang cepat. Kendati demikian, Ibunya berpendapat konsumsi ikan yang banyak selama masa kehamilan mungkin bisa menjadi penyebab kemampuan cemerlang sang anak.

Meski begitu, dengan kemampuan belajar Simons yang lebih dari orang pada umumnya, kedua orang tuanya sangat berhati-hati untuk tidak membuatnya terlalu ambisius dengan tetap memperlakukannya sebagai anak-anak.

“Kami tidak ingin dia terlalu serius (dalam belajar). Dia melakukan apa yang dia suka. Kami harus menemukan keseimbangan antara menjadi seorang anak dengan bakat yang ia miliki,” kata Alexander.

Simons mengaku senang bermain dengan anjingnya, Sammy, dan bermain gadget layaknya anak-anak muda kebanyakan. Namun, tidak seperti kebanyakan anak berusia 9 tahun, ia sudah mengetahui apa yang ingin ia lakukan dengan hidupnya, yaitu mengembangkan organ buatan.

Baca Juga :  Alat Sidik Jari Untuk Deteksi Dini Skizofrenia Buatan Mahasiswa UB Ini Raih Penghargaan Japan Institute of Invention and Innovation

Kemajuannya tidak luput dari perhatian dan dia sudah dicari-cari oleh universitas-universitas bergengsi di seluruh dunia, meskipun keluarga Laurent tidak tertarik untuk menyebutkan siapa di antara mereka yang dia pertimbangkan untuk gelar PhD. (Edt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *