Kenalkan Driferin System di Kalangan Petani Tembakau, Mahasiswa UNEJ Tuai Apresiasi dari Petani

Infokampus.news, Jember – Lima mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang terdiri dari Nabilah Strata Ilma, Dilla Restu Jayanti, Asma’ul Sa’idatul Faizah, Gagas Hikmah Pradana, dan Taufan Yudha Prawoto berhasil mengaplikasikan driferin system di kalangan petani tembakau. Kelima mahasiswa UNEJ ini menjalankan program dalam rangka pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) diterapkan di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Situbondo sejauh ini telah berjalan dengan baik dinilai dari kemajuan program yang sudah mencapai 85% dari segi kebermanfaatan program dalam mengatasi permasalahan petani tembakau.

Lalu apa yang menjadi keunikan driferin system sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan petani tembakau? Yuk disimak, Sobat Fokus!

Driferin System dan Keuntungannya untuk Petani Tembakau

Driferin system adalah teknologi pengairan yang dirancang dengan pemupukan yang terintegrasi dalam budidaya tanaman tembakau sehingga kegiatan pengairan dan pemupukan tanaman tembakau bisa dilakukan dalam secara bersamaan.”, ujar Nabila, ketua tim.

Menurutnya, program ini dapat menjadi solusi dalam efisiensi penggunaan air yang biasanya memakan waktu cukup lama.

“Waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan pengairan setiap satu kali menyiram selama kurang lebih setengah hari. Pemupukan dilakukan setelah penyiraman, sehingga untuk kegiatan pengairan dan pemupukan membutuhkan waktu lebih dari 12 jam dengan penggunaan tenaga kerja manusia.” kata Nabila.

Selain untuk mempersingkat waktu, driferin system juga dapat menjadi metode alternatif yang lebih hemat dalam pengairan dan pemupukan tembakau mengingat kondisi pemenuhan air yang tersedia terbatas dan dalam pengaturan penggunaan terdapat penghulu air sebagai pengatur air untuk lahan dan terdapat biaya yang dikeluarkan petani untuk pengairan, sehingga terdapat biaya tambahan dalam kegiatan budidaya.

Inovasi Mahasiswa UNEJ Tuai Pujian dari Petani

Penerapan inovasi driferin system mendapatkan apresiasi yang bagus dari penduduk desa Sumbersari yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Tak mengherankan jika program ini mendapatkan respon positif langsung dari kepala desa Sumbersari

“Respon dari Kepala Desa Sumbersari sangat baik dan mendukung adanya program ini. Harapannya dapat diterapkan oleh petani di desa tersebut secara berkelanjutan.”, tutur Nabila mengutip respon dari Kepala Desa.

Senada dengan Kepala Desa, penerapan program ini turut mendapatkan apresiasi tinggi dari para petani tembakau. Hal tersebut dikatakan oleh Haji Mutrik, petani tembakau yang juga sebagai Ketua dari Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)

“Penggunaan driferin system yang diletakkan di lahan saya, hasilnya sangat berbeda dengan tanaman yang tidak menggunakan driferin system, tanaman yang menggunakan driferin system lebih cepat pertumbuhannya dan daunnya lebih lebar”, tukas Haji Mutrik.

Keberhasilan program ini kemudian turut menumbuhkan minat petani setempat untuk mengadopsi driferin system. Seperti yang diucapkan oleh Juher, salah satu petani tembakau. Menurutnya, hasil tembakau menjadi lebih baik menggunakan driferin system.

“Berminat, melihat hasil pertumbuhan tembakau lebih baik dibandingkan menggunakan teknik pengairan dan pemupukan yang dilakukan sebelumnya di Desa Sumbersari, selain itu efisiensi dalam waktu pengairan dan pemupukan”, ujar Juher. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
kkn unikama 2018
Masyarakat Desa Belajar Mandiri, Mahasiswa KKN UNIKAMA Harus Belajar Kultur Malangan

Infokampus.news, Malang - Sebanyak 1.675 mahasiswa peserta KKN UNIKAMA 2018 pagi ini (28/6) mulai diberikan pembekalan materi Kuliah Kerja Nyata

Close