Kerjasama Dengan BNSP, STIKI Malang Ajak Para Pengusaha Muda Tambah Skill Melalui Acara Ini

Infokampus.news, Malang – Uji kompetensi skema kewirausahaan adalah program BNSP agar setiap warga Indonesia kompeten di bidangnya. Mengapa memiliki sertifikasi kompetensi ahli dalam bidang tertentu itu penting? Karena seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya guna menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk itu STIKI Malang bekerjasama dengan LSP-K Nusantara dan didukung oleh Dekopinda Kota Malang mengadakan uji kompetensi dengan SKEMA KEWIRAUSAHAAN bagi Mahasiswa, Dosen, UMKM dan masyarakat umum untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi kewirausahaan.

“Harusnya ini senilai 1 juta rupiah tapi karena kami bekerjasama dengan BNSP jadi hanya 125ribu saja untuk umum dan dosen 150ribu.” Ungkap Setiabudi Sakaria, M.Kom, koordinator pelaksana uji kompetensi Skema KWU.

Total sebanyak 27 peserta sangat antusias mengikuti acara ini karena selain mendapat skill yang aplicable untuk usaha mereka, mereka juga mendapatkan sertifikat khusus skala nasional. Fungsi dari sertifikat ini yakni; Sebagai pendamping ijasah Mahasiswa dalam memasuki dunia kerja yang saat ini menekankan pada Kompetensi diri, Memberikan nilai plus bagi Mahasiswa krn memiliki ijasah kompetensi sehingga peluang mereka diterima ditempat kerja baru juga semakin besar, dan Menambah nilai plus Kampus karena semakin banyak mahasiswa yang memiliki ijasah kompetensi berdampak pada penilaian yang lebih positif terhadap keberadaan kampus.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

“3 asesor dalam acara ini Yusi Erni Wulan, Priyanto dan Tri Winarni.” Imbuhnya.

STIKI sendiri menyadari bahwa lulusan STIKI harus menguasai ICT, Memiliki jiwa Leadership dan jg memiliki jiwa Entrepreneurship yang menguasai ICT. Hal ini harus dibuktikan dengan lolos kompetensi dibidang kompentensinya sesuai dengan prodi yang diambil misal Prodi Sistem informasi harus menguasai skema Analisa Perancangan dan Sistem Informasi.

“Umumnya di STIKI banyak yang menghasilkan game & aplikasi, fotografi, kriya, DKV yang tentunya disesuaikan dengan prodi di STIKI yaitu SI TI dan DKV. Tapi dalam acara ini semua peserta berhasil dan mereka sudah membawa produk masing-masing. Banyak bidang ya ada kuliner fashion game aplikasi dll” ungkapnya.

Pihaknya berharap para peserta mampu menggali potensi usaha di lingkungan kampus agar mereka dapat menciptakan energi terbarukan melalui kreativitas dan inovasinya berdasarkan pengetahuan dan wawasan mereka selama di bangku kuliah. Sehingga kedepannya mereka bisa menjadi seorang job creator bukan hanya job seeker. (Pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *