Anak Jalanan Peduli Pendidikan: Mahasiswa Kesos UMM dan SSC Malang Gelar Sharing Bersama

Infokampus.news – Sejumlah mahasiswa dari jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM yang dibimbing oleh Dr. Fauzik Lendriyono S.Sos, M.Si. bersama komunitas Save Street Children Malang pada hari jumat malam (14/9) menyelenggarakan kegiatan sharing bersama anak-anak jalanan yang berada di daerah bundaran rampal celaket Kota Malang. Kegiatan tersebut terselenggara atas inisiatif dari para mahasiswa Kesos UMM yang sedang melaksanakan praktikum komunitas di SSC Malang. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program-program pemberdayaan yang telah disusun untuk diimplementasikan pada sasaran yakni komunitas serta anak jalanan dan marjinal.

Sebelum kegiatan tersebut dilakukan, para relawan dari komunitas SSC Malang bersama mahasiswa Kesos UMM melaksanakan kegiatan bagi-bagi susu kepada anak-anak jalanan yang berada di perempatan-perempatan lampu merah salah satunya di daerah Kaliurang, lampu merah Rampal dan terakhir di daerah bundaran Rampal Celaket yang sekaligus menjadi lokasi kegiatan sharing bersama anak-anak jalanan. Kegiatan bagi-bagi susu tersebut memang merupakan agenda rutin mingguan komunitas SSCM yang diselenggarakan setiap hari jumat malam.

Dengan mengangkat tema “Sharing Anak Bangsa” , mahasiswa Kesos UMM bersama komunitas SSC Malang mengajak anak-anak jalanan yang berada di daerah sekitar bundaran Rampal Celaket atau Lavalette Malang untuk berdiskusi ringan serta bertukar informasi. Tak hanya itu, mereka juga mendatangkan salah satu mantan presma UMM yakni saudara Fais M Hamid untuk berbagi cerita terkait pengalaman hidup serta memberikan saran dan motivasi-motivasi kepada anak-anak disana terutama terkait pentingnya pendidikan. Dengan gaya bicara serta bahasa yang dikemas secara ringan dan sedikit gurauan, harapannya pesan-pesan yang disampaikan dapat dipahami dan dicerna dengan baik oleh mereka.

Memang jika dilihat kebanyakan anak-anak tersebut kurang mendapatkan pendidikan yang layak. Terlebih lagi kondisi ekonomi keluarga yang rendah mengakibatkan beberapa dari mereka terpaksa putus sekolah dan mencari pekerjaan di jalan. Padahal mereka juga memiliki hak yang sama dan cita-cita layaknya  anak-anak yang lain seusianya.  Hal ini tentu bukan hanya menjadi permasalahan anak tersebut dan keluarganya, namun peranan pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak yang kurang mampu tentu perlu lebih dioptimalkan kembali. Apalagi jika dilihat dari segi kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, yakni program wajib belajar 12 tahun yang sampai saat ini manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh beberapa masyarakat di Indonesia khususunya Kota Malang.

Dengan adanya kegiatan ini harapannya anak-anak tersebut selain mendapatkan ilmu, inspirasi dan tentunya pengalaman baru, mereka sebagai salah satu bagian dari warga negara juga merasa diperhatikan keberadaannya oleh masyarakat terutama kalangan akademisi. Apalagi dengan keberadaan komunitas Save Street Children Malang tentunya menjadi wadah bagi para masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut berkontribusi membantu anak jalanan dan marjinal di Kota Malang melalui program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh komunitas tersebut. (can/him)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *