Kolokium di Australia: Kerjasama Antar Peneliti Semakin Dibutuhkan di Indonesia

Dalam sebuah kolokium yang diselenggarakan di Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, Australia, hari Sabtu (14/5/2016) peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Australia berdialog dan berdiskusi mengenai kontribusi penelitian mereka untuk Indonesia.

 Dalam rilis yang diterima oleh ABC Australia Plus Indonesia ini disebutkan bahwa kolokium ini adalah diskusi antar peneliti Indonesia di Australia pertama kalinya dilakukan. Dalam diskusi ini, para peneliti memikirkan keterkaitan interdisipliner dari penelitian-penelitian mereka.

Kolokium adalah seminar yang biasanya diselenggarkan oleh mahasiswa yang menampilkan mahasiswa sendiri dari berbagai latar belakang penelitian.

“Kami melakukan riset, kami menulis, dan kami mempublikasikan hasil riset kami di berbagai jurnal.  Namun, apa artinya untuk Indonesia?  Apakah riset-riset tersebut dapat bersinergi untuk keberhasilan Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang?” kata I Gede Widhiana Suarda, Presiden PPIA QUT (ISAQ) yang juga merupakan mahasiswa doktoral di Fakultas Hukum, QUT.

“Acara kolokium menjadi sebuah tempat dimana para peneliti Indonesia di seluruh Australia dapat berkumpul dan membahas mengenai potensi kerjasama yang mereka bisa lakukan di masa yang akan datang.” tambah Gede Suarda.

Kolokium ini akan menjadi acara rutin tahunan yang akan diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) QUT.

Menurut forum ini, penelitian yang dilakukan oleh banyak periset Indonesia sering bersifat sektoral dan tidak memiliki keterkaitan interdisipliner dengan penelitian di bidang lain.

Padahal, penelitian yang saling mendukung satu dengan lainnya sangat lah penting.  Penelitian interdisipliner dapat membantu mengembangkan kebijakan yang tepat sasaran dan efisien.

Selain itu, untuk memberikan dampak positif yang nyata, tidak cukup para peneliti Indonesia hanya sekedar mencari angka kredit dari publikasi penelitiannya.

“Perlu inovasi, breakthrough, dan kolaborasi yang lebih jauh dalam mengaplikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti ini”, ujar Profesor Ian Mackinnon, Direktur Institute for Future Environment dari QUT dalam pidato pembukaannya

Lebih dari 24 mahasiswa mempresentasikan berbagai topik penelitiannya dan terlibat dalam diskusi yang dikemas dalam empat topik besar.

Topik pertama mendiskusikan isu-isu seputar perempuan, seperti misalnya tentang bagaimana twitter mempengaruhi komunitas hijaber dan bagaimana mahasiswa perempuan memaknai arti studi di Australia.

Diungkapkan dalam sesi ini bahwa platform sosial media merupakan media komunikasi yang banyak digunakan oleh perempuan Indonesia tidak hanya sebagai sarana informasi namun juga sebagai media untuk memberdayakan potensi perempuan (women empowerment).

Contohnya adalah Hijabers Community yang aktif menggunakan sosial media tidak sebatas mempromosikan gaya/fashion berhijab tetapi juga mengajak muslimah untuk menggunakan hijab.

Diskusi kemudian berkait dengan bagaimana well-being menjadi penting untuk Indonesia.  Dialog seputar pengobatan alternatif dan parenting dibahas dalam sesi ini.

Topik kedua membahas hal-hal seputar infrastruktur dan pembangunan.  Dalam topik ketiga, pembahasan melingkupi aspek-aspek ekonomi, bisnis dan politik.  Topik terakhir membahas mengenai hukum dan keadilan.  Masing-masing sesi diskusi dipandu oleh moderator yang merangkai keterkaitan dari diskusi-diskusi tersebut dan potensi kolaborasi dan kontribusi untuk Indonesia.

Dalam pidato penutupannya, Dr. Connie Susilawati, Senior Lecturer, Science and Engineering Faculty dari QUT  menyampaikan bahwa kontribusi yang dilakukan peneliti memang tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan di Indonesia.

“Namun, ini adalah awal dari long life learning dan potensi untuk melakukan kolaborasi lebih lanjut serta transfer kapabilitas pada bidang maupun pada situasi yang berbeda di Indonesia”, lanjut Dr. Connie.

Acara yang diselenggarakan di QUT Gardens Point ini – kampus kota dari QUT – menarik perhatian banyak pihak dan dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat Indonesia di Australia serta dihadiri oleh mahasiswa Australia dan mahasiswa Internasional, khususnya negara bagian Queensland.

“Satu hal yang pasti, acara ini tidak hanya diselenggarakan oleh mahasiswa riset, namun teman-teman mahasiswa sarjana dan pasca sarjana juga terlibat di berbagai macam aktivitas.  Kami sangat senang bahwa acara ini menjadi sebuah acara yang menarik minat banyak pihak”, kata Yusuf Adinegoro, Project Leader dari ISAQ Colloquium, yang juga tengah menyelesaikan studi doktoralnya di bidang road safety di QUT. (FA)

 

Sumber: Dikti

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk, Mengenal Jurusan-jurusan Unggulan di 5 Kampus Paling Top di Indonesia!

Ketika dinyatakan lulus Ujian Nasional, bukan berarti perjuangan selesai. Saat dinyatakan lulus SMA, justru saat itu adalah awal dari ujian...

Close