Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Infokampus.news, Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan data sensitif di media sosial maupun kepada orang lain.

Seringkali pengguna terjebak memberikan informasi detail dan seluruh aktivitasnya di medsos sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran dan pencurian data.

“Kominfo tidak bosan mengingatkan semua untuk selalu menjaga data pribadi, khususnya di daftar ini,” kata kementerian melalui akun Instagram @kemkominfo.

Melansir laman @kemkominfo, setidaknya terdapat 11 jenis data yang dilarang untuk disebarluaskan, diantaranya:

  1. Kode OTP atau  one-time password
  2. Nama panggilan masa kecil
  3. Nama ibu kandung
  4. Nomor telepon
  5. Alamat rumah
  6. Foto paspor / KTP / SIM
  7. Tiket pesawat / kereta/ bus
  8. Foto tanda tangan
  9. PIN / Password apapun
  10. Nomor kartu debit
  11. Kode CVV atau tiga angka di belakang kartu debit

Diketahui, Tiket Perjalanan/Boarding Pass menjadi salah satu data yang tak boleh diunggah di media sosial. Sebab, semua data diri dan detai pemesanan ada dalam satu barcode.

Data dari Krebs on Security menunjukkan, sebuah boarding pass dapat dikatakan sebagai harta karun, karena di dalamnya terdapat nama depan dan belakang, nomor penerbangan, dan tanggal pencetakan boarding pass.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Selain itu, nama panggilan masa kecil menjadi salah satu data sensitif, karena ada kasus dengan modus challenge Add Yours di Instagram.

Pada akhir tahun lalu, pengguna ramai membuat tantangan atau challenge Add Yours yang meminta pengguna lain menyebutkan usia, nama panggilan, nama ibu dan ayah hingga tanggal lahir.

Sayangnya, beberapa tantangan dinilai dapat membocorkan data pribadi tanpa sadar. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa dimanfaatkan untuk penipuan.

Kejadian itu diungkapkan oleh salah satu akun Twitter bernama Dita Moechtar. Dita menjelaskan pagi hari ini, temannya menelepon sambil menangis karena telah ditipu.

Beberapa tren Add Yours lain juga dinilai terlalu mengumbar data pribadi yang bisa digunakan untuk penipuan, seperti meminta kota tinggal, nama pasangan atau anak, atau tanggal ulang tahun. Bahkan ada juga yang meminta tanda tangan.

“Informasi yang diminta dan kita bagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi. Data pribadi yang kita sebarkan ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tulis Kominfo melalui Instagram @kemenkominfo.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

 

 

Editor : Naviska

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *