Kukuhkan 2 Guru Besar Lagi, UB Tak Main Main Gelontorkan Dana Hingga Belasan Milyar Rupiah Untuk Penelitian

Infokampus.news, Malang – Dua Guru Besar lagi berhasil dikukuhkan hari ini (27/2) di gedung widyaloka Universitas Brawijaya Malang (UB).   Adalah Prof. Dr. Ir. Tri. Dewanti Widyaningsih  M.Kes, dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Prof. Ir. Ludfi Djakfar MSCE., Ph. D. dari Fakultas Teknik.
Bu Dewanti, sapaan akrabnya, saat ditemui wartawan akan menyampaikan hasil temuannya yang selama 10 tahun terakhir ia tekuni. Yakni prospek pengembangan makanan tradisional cincau hitam sebagai bahan pangan fungsional dalam mengendalikan berbagai penyakit.
“Kalau pangan fungsional ini maksudnya kita makan ya seperti makan biasa tapi ini bedanya bermanfaat bagi tubuh kita.” Terangnya.
Ia terinspirasi dari mitos turun menurun nenek moyang dan juga di kalangan masyarakat jawa tentang berbagai khasiat cincau hitam. Selain itu juga ternyata cincau ini merupakan makanan favorit di China.
“Ketika saya teliti memang banyak kandungan antioksidannya, apalagi jika dikombinasikan dengan wedang uwuh bisa sebagai terapi bagi penderita diabetes melitus. Sayangnya, di Indonesia pengolahan cincau di pasaran sanfat tidak higienis karena menggunakan kaleng gombrong yang berkarat.” Ujarnya.
Ia menyarankan produsen cincau hitam untuk lebih memperhatikan proses dan juga higienitas produksi makanan yang jymuga sebagai obat ini. Terutama penggunaan kaleng gombrong agar diganti dengan kaleng aluminium.
Disamping itu Prof. Ludfi asal Fakultas Teknik juga menyampaikan penelitiannya tentang efek tol di Malang pandaan yang baru-baru ini diresmikan. Utamanya tentang tarif tol yang sering menjadi bahan keluhan masyarakat pengguna jalan alternatif ini.
“Memang tarif tol itu seperti di jakarta itu sangat mahal, tapi tidak ada bedanya dengan yang murah sebetulnya. Misalnya mahal tapi yang masuk dikit, dibanding yang dipangkas harganya meskipun harganya sudah diturunkan dan trafficnya tinggi itu pemasukannya tetap sedikit malah cenderung rugi. Sama sekali tidak untung kok.” Tukasnya.
Saat ditemui wartawan, Ketua Senat UB Prof. Dr. Ir. Arifin M.S. mengungkapkan kedepannya untuk penelitian-penelitian yang dilakukan para guru besar, UB sudah menyiapkan anggaran sendiri.
“Jadi rektor meluncurkan hibah penelitian bagi para guru besar 100 juta per tahunnya. Saat ini jumlah guru besar kita 140 orang jadi dikalikan saja, ini karena banyak yang sudah pensiun.” Tukasnya.
Hibah ini ditujukan agar para doktor segera mempercepat proses menjadi guru besar. Selain itu juga UB sendiri ingin agar jumlah publikasi jurnal ilmiah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. (Pus)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Kabar Duka UMM
Kabar Duka UMM, Mahasiswi Asal Bangkalan Meninggal Dunia di Spanyol

Infokampus.news - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nuriyanti Dina Kamiliya berusia 22 tahun meninggal dunia di Murcia, Spanyol karena komplikasi

Close