Yuk, Intip Serunya Kuliah di Sastra Jawa Versi 2 Mahasiswi Cantik Ini

Infokampus.news – Halo Sobat Fokus sekalian! Buat kalian yang masih penasaran tentang seluk-beluk kuliah di Sastra Jawa, mungkin kalian harus simak cerita langsung dari mahasiswanya. Yups, kali ini infokampus.news berkesempatan berbagi kisah dengan dua mahasiswi Sastra Jawa, yaitu Annisa Adelyadewi, Sastra Jawa UGM 2016, dan Hanan Haura, Sastra Jawa UI 2016. Penasaran? Yuk kita simak seksama.

Adel, Pilih Sastra Jawa Karena Suka Budaya Jawa dan Indonesia

Annisa Adelyadewi yang akrab disapa Adel membeberkan alasannya memilih kuliah di Sastra Jawa. Awalnya, program studi Sastra Jawa bernama Sastra Nusantara. Namun terhitung pada tahun 2016, namanya berganti menjadi Sastra Jawa. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari di Sastra Jawa.

“Yang dipelajari di Sastra Jawa tentu saja banyak. Ada linguistik yang mempelajari bentuk dan pola bahasa dan tulisan, filologi yang mempelajari naskah serta teks-teks, aksara dan tulisan, dan sastra yang mempelajari kesusasteraan Jawa.”, kata Adel.

Serunya Kuliah di Sastra Jawa

Pengalaman kuliah di Sastra Jawa bisa dikatakan sangat menarik. Walaupun tidak ada kuliah lapangan, tetapi Adel dan teman-teman sering ditugaskan untuk menonton wayang, datang seminar, ataupun melihat macapatan di balai bahasa secara rutin. “Saya  juga pernah mendapatkan tugas kuliah untuk mengikuti upacara Labuhan bersama Pakualaman di salah satu pantai di Kulonprogo.”, ujar dara asal Yogyakarta.

Berkuliah di Sastra Jawa seringkali membuat Adel menerima banyak cibiran dari orang-orang. Terutama karena dia diterima melalui jalur SNMPTN sehingga godaan dari orang-orang untuk mengikuti SMBPTN membuatnya sempat goyah. “Sempat tergoda, sih, tapi saya harus bertanggungjawab dengan pilihan saya, karena saya sendiri yang memilih jurusan tersebut.”, ungkapnya.

Di Sastra Jawa, Adel mendapatkan banyak pengetahuan. Dulu ia yang tidak tahu bagaimana penggunaan tingkatan dalam bahasa Jawa menjadi paham. Meskipun demikian, ia sering merasa miris melihat sebagian besar buku penunjang kuliahnya justru menggunakan bahasa Inggris dan penelitinya kebanyakan berasal dari luar negeri. “Hal ini yang kemudian membuat saya termotivasi dan terus belajar sehingga makin lama semakin jatuh cinta pada budaya Jawa.”, tuturnya bangga.

Adel juga berpendapat bahwa kuliah di bidang apapun selama kita menyukai dan bertanggungjawab pada pilihan tersebut, maka bukan tidak mungkin itu merupakan jalan menuju kesuksesan. Kuliah pun bukan penentu utama pekerjaan yang kelak akan didapat. “Selama kita tekun, maka pekerjaan yang akan datang.”, tutupnya.

Hanan Pilih Sastra Jawa Karena Suka Cerita Jawa

Lain halnya dengan Adel, Hanan Haura memilih Sastra Jawa karena menyukai cerita-cerita yang berkembang di masyarakat Jawa. Menurutnya, banyak yang didapat dari hal-hal itu, salah satunya adalah kebudayaan Jawa dan bahasa Jawa tentunya.

Kuliah di Sastra Jawa juga memudahkannya untuk mengakses ke perpustakaan bagian naskah kuno sehingga memudahkan kita mengetahui hal-hal baru yang belum banyak diketahui orang. Walaupun demikian, masih banyak yang menganggap rendah jurusan Sastra Jawa.

Hanan menambahkan, bahwa kuliah di Sastra Jawa cukup menjanjikan untuk ke depannya. “Karena kebudayaan di seluruh dunia sangat diminati dan jurusan sastra Jawa merupakan salah satu jurusan yang menyediakan hal tersebut.”, tukasnya.

Nah, bagaimana Sobat Fokus? Jadi jangan khawatir jika nanti diterima di Sastra Jawa, ya. Kuliah di Sastra Jawa itu asyik, menambah wawasan dan turut melestarikan peradaban bangsa.(sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Miris Kantin Kejujuran Hanya Bertahan Satu di Indonesia, Bukti Generasi Jujur Belum Terbentuk

Kantin kejujuran yang selalu bangkrut di Indonesia, bukti generasi jujur belum terbentuk dengan baik. Hal ini

Close