Kuliah Pertanian Jadi Apa? Mahasiswa Pertanian Ini Punya Jawaban yang Menohok!

Infokampus.news, Malang – Masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait jurusan pertanian. Banyak yang bertanya-tanya, kuliah pertanian jadi apa? Wong cuma nyangkul aja nggak perlu kuliah. Toh nanti lulus pekerjaannya tak jauh-jauh dari bercocok tanam. Namun, benarkah demikian?

Hal inilah yang coba diluruskan oleh Riswanda Aulia Ridwansyah, mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, kuliah pertanian tidak seburuk itu. Malahan, ia mengaku masuk pertanian hanya karena penasaran.

“Awalnya karena penasaran. Lalu setelah jalanin kuliahnya, enak kok. Kita lebih sering turun lapangan daripada duduk manis di bangku kuliah,” ujar Wawan, panggilan akrabnya.

Menurut Wawan, anggapan orang tentang jurusan pertanian itu tadi tidak sepenuhnya keliru. Akan tetapi, yang dipelajari di pertanian tidak sebatas bercocok tanam saja.

“Tidak sepenuhnya salah. Tapi perlu sedikit diluruskan, kalau di Fakultas Pertanian nggak cuma mengenai budidaya. tapi juga ada pengolahan hasil, rekayasa genetika, bahkan sampai bisnis dan teknologi pertanian, baik teknologi budidaya ataupun machinery,” pungkas mahasiswa asal Bojonegoro ini.

Jika Ada yang Tanya Kuliah Pertanian Jadi Apa: “Kamu Mau Makan Apa Jika Tak Ada Ilmu Pertanian?”

Masyarakat Indonesia tumbuh sebagai masyarakat agraris yang bergantung pada sektor pertanian. Kebutuhan pangan kita sebagian besar berasal dari sektor pertanian. Itulah yang sering dijadikan jawaban oleh Wawan jika ada pertanyaan-pertanyaan yang meragukan kuliahnya.

“Selama masih ada peradaban, masyarakat tetap butuh makan. Industri juga masih butuh barang mentah untuk diolah. Itu sudah jadi alasan yang kuat buat saya,” tutur mahasiswa angkatan 2014 ini.

Bagi Wawan, pertanian adalah hidup mati bangsa. Ia bahkan berujar bahwa seorang Soekarno sekalipun memandang pertanian sebagai barang penting yang tak boleh dilalaikan.

“Saya mengutip perkataan Ir. Soekarno, “Masalah pangan adalah tentang hidup dan mati suatu bangsa”, dan sektor yang berkaitan langsung dengan pangan salah satunya adalah pertanian. Suprema Agricultura!” tutup Wawan bersemangat. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Rektor Baru Universitas Brawijaya
Rektor Baru Universitas Brawijaya Malang Dipilih Tanpa Sistem Grass Root!

Pemilihan rektor baru UB Malang tahun ini tidak lagi menggunakan sistem grass root. Ini merupakan permintaan langsung

Close