Kuliah Tak Sesuai Jurusan, Iniloh 5 CEO yang Sukses Jadi Miliarder

Infokampus.news – Masa depan seseorang salah satunya ditentukan oleh tempat dia belajar dan jurusan apa yang dipilih. pilihan kampus dan jurusan akan menentukan mereka danlam mendirikan bisnis, bahkan menginspirasi mereka memimpin perusahaan agar semakin tumbuh besar.

Ternyata hal itu pun berlaku bagi para CEO ataupun miliarder, meskipun banyak juga diantara mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dengan bidang bisnis yang didirikan dan ditekuni. karena itu bagi anak muda yang baru lulus sekolah menengah atas, memilih kampus dan jurusan menjadi hal penting dalam fase kehidupan mereka.

Namun banyak CEO ataupun miliarder justru bekerja atau mengembangkan bisnis yang tidak sesuai dengan jurusannya. bukan jaminan seorang sarjana komputer bisa menjadi miliarder ketika mendirikan perusahaan. bukan jaminan pula seorang sarjana filsafat akan menemukan kegagalan ketika memulai bisnis.

Sundar Pichai, CEO Google
Sundar Pichai, CEO Google

CEO Google Sundar Pichai yang dulunya pernah menempuh kuliah bidang teknik metalurgi tetap bisa memimpin perusahaan teknologi terbesar di dunia. namun Pichai juga berkuliah di kampus elite seperti Universitas Stanford. dia juga mengikuti kuliah pascasarjana administrasi bisnis di Universitas Pennsylvania.

Baca Juga :  Indonesia Harus Bersiap Hadapi Bencana Demografi
Alibaba, Jack Ma
Alibaba, Jack Ma

Jack Ma, pendiri Alibaba dulunya belajar bahasa Inggris di Hangzhou Normal University. dia juga tidak langsung lulus dalam tes perguruan tinggi. dia mendaftar empat kampus hingga akhirnya dia diterima di Jurusan Bahasa Inggris. tapi itu justru mengantarkannya untuk menjadi miliarder dengan kekayaan USD40 miliar.

CEO Google, Susan Wojcicki
CEO Youtube, Susan Wojcicki

Bagi mahasiswa yang tidak kuliah di jurusan teknologi, tak perlu khawatir. kalian bisa berkaca pada Suswan Wojcicki, CEO Youtube yang awalnya kuliah jurusan sejarah dan sastra di Universitas Harvard. Sebenarnya dia ingin meraih Ph.D di bidang ekonomi, meskipun semangat dan gairah hidupnya di bidang teknologi. dia pun menjadi karywan ke-16 yang direkrut Google dan kariernya terus menanjak saat itu.

 

CEO SLack, Stewart Butterfield
CEO Slack, Stewart Butterfield

Beliau juga awalnya kuliah di jurusan filsafat Universitas Victoria dan melanjutkan dengan jurusan yang sama di Universitas Cambridge. namun, ternyata dia sukses mendirikan Slack, perusahaan yang menyediakan aplikasi manajemen tim dan membangun Flickr, sebuah situs berbagi foto.

CEO Match Group, Mandy Ginsberg
CEO Match Group, Mandy Ginsberg

Bagi yang kuliah di sastra Inggris juga tidak menutup peluang untuk berkarier hingga puncak di perusahaan teknologi. Mandy Ginsberg sukses menjadi CEO Match Group, sebuah perusahaan yang mengoperasikan beberapa situs kencan online. padahal dia awalnya menempuh pendidikan Sastra Inggris di Universitas California.

Baca Juga :  Setelah 35 Tahun Mengabdi Di UWG, Titik Berniat Lakukan Kegiatan Sosial

Kajian ini dilakukan oleh Business Insider yang telah menemukan banyak CEO dan miliarder terbaik di bidang teknologi yang berasal dari berbagai latar belakang yang beragam. karena itu, bagi yang tidak sesuai jurusan, tak perlu takut dengan masa depan! (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *