Kuota Jalur SBMPTN Lebih Banyak, Persaingan Masuk UNS Makin Ketat

Infokampus.news – Panitia pusat telah menentukan kuota penerimaan mahasiswa baru, masing-masing minimal 30 persen untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), minimal 30 persen untuk kuota jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan maksimal 30 persen untuk ujian mandiri (UM). Angka itu kemudian menjadi acuan setiap PTN dalam menentukan alokasi kuota penerimaan mahasiswa baru.

Berdasarkan ketentuan tersebut, tahun ini UNS membuka peluang untuk program sarjana sebanyak 6.291 orang, dengan persentase 30 persen untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), 50 persen untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri (SM) UNS sebanyak 20 persen.

Pemangkasan porsi SNMPTN terus terjadi karena kenyataannya kualitas hasil rekrutmen melalui ujian tulis SBMPTN jauh lebih baik dari SNMPTN. Jika dilakukan evaluasi, porsi jalur undangan tersebut masih dimungkinkan turun dan memperbanyak porsi seleksi ujian tulis.

“Kami melakukan serangkaian penelitian dan ternyata kualitas mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN ini kualitasnya tidak sebagus dari mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN. Untuk itulah, kuota mahasiswa dari jalur SBMPTN dinaikkan,” ungkap Sutarno.

Kuota sebesar 30 persen yang telah ditetapkan akan membuat persaingan masuk UNS melalui jalur SNMPTN menjadi sangat ketat. Sekolah dengan akreditasi A boleh mendaftarkan 50% siswa terbaiknya. Kemudian akreditasi B sebanyak 30 %, akreditasi C sebanyak 10%, dan akreditasi lainnya sebesar 5%.

“Sebenarnya secara mendasar masih sama dengan tahun lalu, hanya memang ada beberapa bagian yang berbeda untuk meningkatkan kualitas seleksi,” terang Sutarno. (FAM)

 

Sumber: UNS

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hari Peduli Sampah Sebentar Lagi, ‘Indonesia Siap Bebas Sampah 2020!’

Sampah merupakan masalah bersama yang tengah dihadapi oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara penyumbang terbesar sampah...

Close