Kurangnya Sosialisasi Untuk Pemilihan Calon Direktur

Infokampus.news, Malang – Bursa pemilihan calon direktur Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sudah memasuki tahap penyerahan berkas calon kandidat berakhir pada 24 Februari lalu.

Sudah banyak di temui pamflet maupun banner mengenai pengumuman pemilihan calon direktur. Namun tidak sedikit warga kampus yang mengetahui dan paham mengenai bursa pemilihan calon direktur Politeknik Negeri Malang (POLINEMA).

Salah satunya Riana Estasari yang juga dosen LB jurusan akuntansi menyatakan jika masih kurangnya sosialisasi untuk bakal calon direktur Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). Kurangnya sosialisasi membuat antusiasme warga polinema menjadi kurang perduli dengan adanya pemilihan calon direktur.

“Saya pribadi tidak begitu paham dengan mekanisme pemilihan bakal calon direktur ini, tidak adanya sosialisasi secara terbuka kepada warga kampus sendiri membuat kami tidak tahu sudah sejauh apa dan siapa bakal calon yang ikut serta dalam bursa pencalonan,” tuturnya.

Perlu Sosialisasi Secara Terbuka Dari Pihak Panitia

Riana menambahkan jika dirinya saat menjadi mahasiswi di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) juga sempat mengalami masa pergantian direktur, namun tidak adanya sosialisasi yang jelas membuat warga kampus hanya sekedar tahu hanya ada pemilihan direktur dan yang terpilih masih sama dengan periode sebelumnya.

“Kami perlu mengetahui proses pemilihan secara terbuka dan kami juga harus mengetahui bagaimana bakal direktur yang nantinya akan memimpin Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) pada periode selanjutnya,” tegasnya.

“Berbeda dengan BEM atau HMJ yang secara terbuka dalam proses pemilihan, harusnya pemilihan direktur juga lebih terbuka,” sambungnya.

Disinggung mengenai harapannya untuk bakal direktur Riana mengatakan jika direktur Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) harus yang benar – benar paham dengan pendidikan vokasi, dan lebih mengaktifkan lagi kegiatan – kegiatan organisasi kampus.

“Jaman saya dulu sempat ujian akhir dan administrasi lainnya gratis, entah itu program khusus maupun promosi dari direktur atau mungkin juga ada dana khusus untuk mahasiswa. Namun itu hanya pada saat saya menjadi mahasiswi, dan setelah itu setahu saya angkatan dibawah saya sudah ada pembayaran lagi. Kalau bisa program itu diteruskan karena itu dampak yang bisa dirasakan mahasiswa secara langsung,” tandasnya.

“Butuh orasi untuk setiap calon direktur karena mahasiswa dan warga kampus perlu ikut andil dalam pemilihan pemimpin,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anteng Dengan Kuota, Peminat Kampus UM Masih Stabil

Peminat kampus UM (Universitas Negeri Malang) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) hingga hari berita ini

Close