Lahan Pertanian Menyempit Angka Produksi Bahan Pangan Terus Menurun, Mahasiswa UNIDHA Diajak lakukan Ini

Infokampus.news, Malang – Lahan pertanian Indonesia kian hari kian menyempit saja. Tak kurang dari 100 hingga 110 juta hektar lahan pertanian per tahun terkonversi menjadi pemukiman penduduk.
Hal ini juga disebut-sebut Ir. Ignatia Maria Honggowati, Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian saat mengisi kuliah tamu “Lahan Sawah Berkelanjutan” di Universitas Wisnuwardhana Malang (UNIDHA) menjadi salah satu penyebab mengapa Indonesia saat ini sangat bergantung pada impor bahan pangan.
“Selain itu juga banyak lahan kosong yang dibiarkan begitu saja tanpa ditanami oleh pemiliknya.” Tukasnya saat ditemui wartawan.
Disamping itu di Indonesia sendiri belum tegas menerapkan UU No.41 th 2009 tentang penetapan tanah berkelanjutan. Memang untuk menerapkan peraturan ini menurut Maria sangat tidak mudah untuk dilakukan, karena banyak hal yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah dana yang besar.
Padahal jika ada bangunan berdiri diatas lahan berkelanjutan, maka seharusnya bangunan tersebut adalah bangunan ilegal karena menyalahi pasal tersebut.
“Memang pemetaan lahan ini perlu biaya yang besar, SDM yang memadai dan banyak juga hal lainnya. Namun kalau ini diterapkan, kita yakin jumlah hasil pertanian itu bisa dihitung secara pasti per tahun berapa.” Imbuhnya.
Jika jumlah hasil pertanian bisa dihitung dengan pasti, tentu kebutuhan impor bahan pangan juga bisa ditekan. Berkaca dari banyak negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang sudah menerapkan hal ini sejak lama, dua negara tersebut bahkan sudah mampu mengimpor bahan pangan.
Menurut Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Idiek Donowati M.P., penting untuk para mahasiswa mengerti masalah pertanian ini. Mahasiswa menurutnya mampu berperan aktif untuk mensosialisasikan peraturan ini pada masyarakat.
Hal ini ditunjang dengan banyaknya lulusan Fakultas Pertanian yang menjadi kepala balai pertanian, dosen dan juga entrepreneur di bidang pertanian.
“Saya harap juga dengan acara seminar ini mereka bisa mengembangkan ide-ide baru yang segar dan inovatif agar pertanian di Indonesia ini bisa berkembang. Tidak melulu impor saja.” Tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
#PrayForDonggala
#PrayForDonggala, Gempa Beruntun Berpotensi Tsunami Luluhkan Sulawesi Tengah

Infokampus.news – Setelah kemarin Indonesia berduka melalui gempa yang ada di Lombok, kali ini Gempa kembali datang dan meluluhkan Donggala,

Close