Lewat AIESEC, Aku Bisa Mengajar dan Belajar Nasionalisme di Thailand

Infokampus.news – Halo Sobat FoKus, tokoh inspirasi muda yang datang minggu ini adalah salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang  loh! Kali ini dia akan berbagi cerita mengenai pengalaman selama mengajar bahasa Inggris dan belajar Nasionalisme di Thailand.

Citra Yuniarizka Saraswati, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang melalui program AIESEC Brawijaya selama kurang lebih 1,5 bulan berhasil menjadi volunter untuk mengajar bahasa Inggris di Thailand.

“Saya Apply sekitar bulan April kemarin melalui interview, persiapan selanjutnya yakni pada bulan Mei itu sudah mulai mengurus visa, berangkat ke Thailand 14 Juni untuk mengikuti seminar selama dua hari, baru deh ke kota Ang Tong, selama satu setengah bulan dan baru pulang tanggal 31 Juli kemarin” terang lulusan SMA Negeri 5 Malang.

Sebenarnya tujuan utama Citra awalnya ke Nepal, namun pihak AIESEC  lebih diarahkan untuk ke Thailand saja.  Alasannya, Karena disana membutuhkan tenaga  mengajar untuk yang tidak paham sama sekali bahasa Inggris. Selama di Thailand, Citra mengajar Bahasa Inggris di high School kelas 1 sampai 6  di Provinsi Ang Tong kota Pamong dengan nama instansi sekolah Bangsadejwitthayakhom School.

“Saya sangat senang sekali berada di Thailand, karena saya bisa memberi dampak positif ke murid-murid saya disana. Dari yang awalnya mereka tidak yakin untuk berbicara bahasa Inggris, namun dalam minggu ke 5 dan 6 mereka sudah berani berbicara di depan saya, saya merasa berhasil untuk mengajar”.

Beberapa masalah  yang dihadapi selama  di Thailand adalah pertama masyarakat disana sangat amat kesulitan menggunakan bahasa Inggris sehingga dibantu menggunakan google translate untuk berbicara dan  Kesulitan umumnya yang dihadapi sih susahnya menemukan makanan halal.

Namun, tenang saja! Citra banyak belajar budaya disana,  selama kurang lebih satu setengah bulan di Thailand, Citra belajar bahasa Thailand sederhana hanya sekedar untuk menyapa masyarakat disana  seperti “Sawasdeekra!” kepada orang yang lebih dewasa.

Ada satu hal yang menarik dan Citra sempat mengalami Culture Shock pada saat berada di Thailand. Setiap jam 6  sore masyarakat disana yang sedang melakukan aktifitas apapun, untuk sesaat menghentikan aktifitasnya dan mendengarkan lagu Nasional dengan berdiri diam di tempat umum, Menurutnya masyarakat Indonesia harus banyak belajar Nasionalis yang ada di Thailand,

“Contoh sederhana  semua orang menghentikan aktifitas lalu mendengarkan  lagu kebangsaan mereka, selain itu mereka bisa menurunkan ego mereka dengan mendahulukan pejalan kaki itu yang perlu di contoh dan ditiru oleh masyarakat kita, Nasionalisnya tinggi banget disana!” jelasnya di sesi penutup wawancara.  (Jul)  

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Undang Tim KPK di Orientasi Pendidikan Magister dan Doktor, Universitas Brawijaya Malang Serius Ingin Perangi Korupsi

Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi mahasiswa baru program Magister dan Doktor Universitas Brawijaya dari tahun ke tahun membuat...

Close