Lincah, Mahasiswa Ini Menari Hingga ke Moskow!

Infokampus.news, Malang – Kesenangan yang menjadi profesi merupakan hal yang diinginkan setiap orang, salah satunya adalah Gladis Nadya Asmara atau yang akrab disapa Gladys. Cewek kelahiran 12 Oktober 1996 ini merupakan anggota dari perwakilan tim tari kabupaten Malang yang mengikuti Indonesia Festival yang digelar di Moskow, Rusia.

“Jadi beberapa kota atau kabupaten di Indonesia itu promo budaya masing-masing, kalau saya sendiri perwakilan dari tim kabupaten Malang menari di sana dengan satu tim jumlahnya 10 orang. Termasuk saya,” ujar mahasiswa UNESA ini.

Pada acara yang digelar Agustus silam ini Gladys dan timnya membawakan beberapa tarian khas kabupaten malang seperti tari beskalan dan tari wayang topeng Malang.

“Jadi ini promo kabupaten malang, kita bawakan tarian khas kabupaten malang semua. Seperti beskalan dan wayang topeng Malang” tambahnya.

Baca Juga :  Mahasiswi Lulusan Terbaik ITN Ini Lulus Dengan Inovasi Pencacah Rumput Ergonomis!
Hobi Menari Sejak Kecil

Tidak dipungkiri, hobi yang membawanya hingga ke Moskow ini merupakan buah dari kepiawaian dan kerja kerasnya dalam dunia tari. Cewek berusia 19 tahun ini sendiri mengaku telah mulai menari sebelum dia menginjak taman kanak-kanak hingga saat ini, meskipun sempat vakum beberapa kali.

“Aku mulai menari dari sejak kecil, belum sekolah  sudah ikut sanggar di senaputra, sampai kelas 4 SD lalu vakum sampai SMP. SMP sampai SMA lanjut ikut sanggar milik guru SMP di Malang, lalu sekarang ikut sanggar tydif plus kuliah di UNESA jurusan Seni, Drama, Tari dan Musik. Konsentrasi tari,” paparnya.

Gladys sendiri hingga saat ini sudah mengoleksi lebih dari 10 piala dari ajang tari berbagai tingkat, mulai dari perlombaan tingkat kota hingga provinsi.

Baca Juga :  Fix! UB Raih 35.659 Orang Pendaftar SNMPTN 2017

-Muda Mudi Harus Kritis Majukan Budaya Sendiri

Ia melihat minat kawula muda pada seni dan budaya khas Indonesia mulai memudar, padahal jika dibandingkan dengan luar negeri budaya Indonesia menurutnya paling unik. Ia juga menilai lewat tari, ia mampu menyalurkan ide-ide kreatif yang dalam media lain tidak bisa disalurkan.

“Suka sekali soalnya menurut saya tari itu tidak membosankan, terus kita bisa menyalurkan ide-ide lewat tari jadi seru gitu.” tukas mahasiswa yang tengah menjalani semester empat ini.

Ia berharap muda-mudi Indonesia lebih kritis dalam memajukan budaya bangsa, bukan malah memajukan budaya asing.

“Mendingan kita ikut kritis untuk menjadikan budaya indonesia lebih maju dan lagipula di barat sana mereka sangat-sangat menghargai budaya indonesia, jangan jadikan budaya barat sebagai pedoman.” pungkasnya. (Pus)

Baca Juga :  KEMENDIKBUD Gelar Forum Diskusi Pentingnya Media Massa Untuk Pendidikan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Animasi Indonesia Ternyata Tidak Kalah Dengan Negara Maju!

Staff ahli Menristekdikti Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng memaparkan negara kita tidak benar-benar jatuh seperti yang dibayangkan

Close