Lokakarya UNISMA, ‘Cegah Bencana Dari Bangku Kuliah Hingga Khotbah Jum’at’

Infokampus.news, Malang – Pencegahan bencana alam merupakan tagline besar Indonesia dan juga dunia. Bencana alam ternyata tidak hanya bisa ditanggulangi dan diidentifikasi secara teknis, namun juga bisa dikaitkan dengan agama.

“Ide awal kami adalah bagaimana memberdayakan potensi yang ada dalam masyarakat dalam rangka mereduksi atau memperkecil resiko bencana. Kita pikir kalau mengidentifikasi ini hanya faktor teknis saja, bagaimana kalau digabung dengan faktor agama.” ujar Dr. Tatok Djoko Sudiarto, MIB salah satu pencetus adanya lokakarya ini.

Dengan banyak pihak akhirnya diskusi ini sampai pada diadakannya forum lokakarya yang digelar hari ini (16/3) di aula utama kampus Universitas Islam Malang.

Edukasi Kesadaran Masyarakat Dari Bangku Kuliah Hingga Khotib Sholat Jum’at

Penanggulangan bencana ini tidak hanya untuk badan khusus saja, namun masyarakat luas juga harus diberi edukasi agar masing-masing dari masyarakat sadar akan bahayanya bencana alam. Dua cara massa yang mulai dilirik oleh para pencetus program ini adalah mahasiswa dan juga khotib sholat jum’at.

“Peran khotib jumat dalam rangka mengurangi program pengurangan resiko bencana ini besar juga, bisa dikaitkan dengan ayat-ayat kan nanti. Tentu materi penanggulangan disesuaikan dengan kapasitas khotib dan juga kondisi masyarakat sekitar.” tambahnya.

Selain itu mahasiswa juga harus diberi edukasi bahwa kesadaran terhadap lingkungan dan bencana dimulai dari diri sendiri bukan organisasi binaan pemerintah saja. (Pus)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mendes : Pengembangan Desa Berasal Dari Kemauan Masyarakat

Pengembangan desa bukan lagi sebuah PR bagi negara, namun pembangunan dan perkembangan desa adalah tanggungan semua warga Indonesia

Close