Maba Unidha 60 Persen dari Indonesia Barat

INFOKAMPUS.NEWSUniversitas Wisnuwardhana (Unidha) membuka pekan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Senin (9/9). Pada tahun ajaran 2019-2020, Unidha menerima 1.400 mahasiswa baru.

Dari jumlah tersebut, 900 mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa program strata satu regular. Sedangkan, 500 mahasiswa merupakan program ekstensi dan pascasarjana. Program ekstensi dikhususkan bagi mereka yang mengambil pembelajaran sore hari di akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Wakil Rektor I Unidha Dr Suharto MPd MM mengatakan dominasi asal daerah mahasiswa baru mulai bergeser dari timur ke barat. Ini artinya, mahasiswa baru tak melulu berasal dari daerah timur Indonesia, melainkan juga berasal dari daerah barat.

“Kira-kira persentasenya 40 pesen dari timur, 60 persen dari barat,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung mengenai peminatan mahasiswa, Suharto menyebut Fakultas Ekonomi menjadi fakultas yang paling diminati tahun ini. Sebaliknya, Fakultas Pertanian menjadi fakultas yang paling sedikit diminati.

Hal ini, sambung Suharto, lantaran mahasiswa mengonotasikan lapangan pekerjaan sarjana pertanian ialah bekerja di sawah. “Padahal, lapangan pekerjaan untuk sarjana pertanian luas sekali, tidak hanya di sawah,” sambungnya.

Baca Juga :  Peringati Muharram, Unisma Santuni 1000 Yatim

Menanggulangi paradigma tersebut, Unidha mengambil langkah untuk menyadarkan calon mahasiswa agar tak selalu menganggap bahwa pertanian selalu berlumuran dengan tanah.

Menanggapi majemuknya daerah asal mahasiswa baru Unidha tahun ini, Rektor Unidha Prof Dr Suko Wiyono MH mengatakan inilah perwujudan Bhinneka Tunggal Ika. “Baik pimpinan, dosen, karyawan, maupun mahasiswanya berasal dari berbagai macam suku dan pemeluk agama. Beda-beda tapi kita tetap satu Bhinneka Tungga Ika,” ujarnya di hadapan seluruh mahasiswa baru.

Pada para mahasiswa baru, Suko berpesan agar bisa menempatkan diri hidup di kota Malang, menyatukan diri, dan berbaur dengan penduduk setempat. “Jangan mengelompok sendiri, jangan eksklusif, itu tidak bagus,” pesan Suko.

Ia juga berpesan agar dengan lingkungan sekitar, mahasiswa bisa saling bantu-membantu dalam kegiatan warga. Misalnya kegiatan kerja bakti, Agustusan, atau bentuk perayaan lain. Di sana, mereka yang berasal dari luar Malang atau luar Jawa juga bisa  menampilkan kesenian khas daerahnya.

“Masyarakat akan suka seperti itu. Ini bagian dari menjaga dan membawa nama baik Unidha,” pesannya. (ich)

Baca Juga :  Pusat Kopi UB Forest: Penelitian sekaligus Pemberdayaan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *