Mahasiswa Asal Indonesia Bagian Timur Kerap Alami Tindakan Rasisme, Bagaimana Solusinya?

Infokampus.news, Malang – Mahasiswa asal Indonesia bagian timur ternyata kerap alami tindakan rasisme karena pandangan stereotype masyarakat. Jumlah mahasiswa dari Indonesia bagian timur seperti Sumbawa, Papua, dan sekitarnya memang terbilang cukup banyak di pulau Jawa ini.
Kasus yang cukup sering ditemui yakni seringnya mereka mengalami penolakan saat akan menyewa tempat tinggal di lingkungan kampus.
“Sering kan masyarakat membuka tempat kost tapi sudah ada tulisan tidak menerima mahasiswa Indonesia Timur. Siapa juga yang pernah mengalami ketok pintu baik baik datang tapi waktu tahu dari Indonesia timur langsung bilang kost penuh? Nah ada itu pasti,” ujar Andhika Yudha Pratama M.Sc Dosen Universitas Wisnuwardhana Malang (UNIDHA) dalam seminar nasional yang digelar pagi ini (7/10).
Ia merasa hal ini cukup sering ditemui, bahkan dirinya juga pernah mengalami hal serupa. Padahal ia sendiri tidak berpenampilan seperti masyarakat dari daerah-daerah tersebut.
“Saya sendiri juga pernah mengalami, tapi setelah tahu kami bukan dari daerah sana mereka langsung mau menerima,” tambah dia.
Kerap Alami Tindakan Rasisme, Bukan Hal Baru Yang Perlu Penanganan Dari Perguruan Tinggi
Ia menyayangkan terjadinya hal yang sangat rasis ini di lingkungan masyarakat Indonesia yang notabene terkenal majemuk. Namun demikian ia mengingatkan para peserta seminar yang juga dihadiri dosen dari seluruh Indonesia ini agar memberikan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini.
“Kita harus selesaikan masalah ini bersama, memang kita tidak bisa hindari masyarakat sekitar yang tidak menerima budaya asing. Tapi jangan lupa juga kita sebagai dosen punya tanggung jawab membentuk mental dan moral mahasiswa kita,” paparnya.
Ia mengingatkan dosen agar tidak memberikan pendidikan akademis semata saat di kelas. Tugas dosen saat ini juga membentuk mental dan karakter yang baik untuk mahasiswanya. Begitupun ia menghimbau mahasiswa untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan dimanapun mereka berada.
“Kalian boleh berangkat sebagai orang Sumbawa, Papua atau apapun tapi ingat kalian setelah disini sampai pulang nanti (re:ke daerah asal) kalian harus jadi orang Indonesia. Yang mampu beradaptasi dengan baik, pelajari dan amati selagi kalian masih duduk di semester awal.” Tandasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berbagi Pengetahuan di Bidang Medis, Mahasiswa Universitas Erasmus Lakukan Kolaborasi Riset dengan Fakutas Kedokteran UNAIR

Sebuah kebanggaan dapat menjadi salah satu bagian dari Indonesia, selain kaya akan budaya, tradisi dan sumber daya alam

Close