Mahasiswa Asing Ikut Warnai OSHIKA Maba Unisma Tahun 2019

Infokampus.news– Bertepatan pada OSHIKA 2019, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. Dr. Maskuri, M.Si ajak 4.568 mahasiswa baru (maba) untuk ikut menjadi pelopor perdamaian dunia.

Bukan tanpa alasan, Maskuri menuturkan bahwa di era globalisasi seperti saat ini, masyarakat dunia jadi terbuka tanpa sekat. Dampaknya masyarakat jadi lebih kritis dan rasional. Namun, jika hal itu tidak dibekali dengan budaya literasi, maka akan mudah terjerumus pada budaya materialistis, hedonis, dan kompetisi tidak sehat.

Maskuri juga menyatakan bahwa Unisma  adalah kampus Multikultural yang mengibarkan Islam rahmatan lil alamin. Dengan hal ini, dalam berbagai macam fenomena yang sudah terlanjur terjadi, Unisma harus berada di dalamnya untuk memberikan solusi.

Pada kesempatan ini, Maskuri juga menyatakan bahwa mahasiswa baru Unisma harus ikut andil dalam menghalau isu rasisme dan radikalisme yang memang belakangan sempat menimbulkan perpecahan di masyarakat Indonesia.  Point penting yang harus dimiliki mahasiswa baru ini adalah harus siap menjadi pelopor kemajuan yang berintegritas.

Pada Oshika Maba tahun 2019 ini, tercatat terjadi peningkatan jumlah maahasiswa Unisma sebanyak 15% dibandingkan dengan tahun 2018. Mahasiswa baru ini sendiri merupakan mahasiswa yang lolos seleksi dengan ketetan yang tinggi. Dari sebanyak 7.626 pendaftar, peserta yang kemudian dinyatakan lolos ada 4.568 mahasiswa baru.

Baca Juga :  Resmi Diubah! UTBK 2023 Tanpa Tes Mata Pelajaran, Simak Alasannya

Tak hanya berasal dari mahasiswa lokal saja, Unisma tahun ini juga membuka kesempatan untuk mahasiswa asing. Sejumlah 43 mahasiswa asing dari 15 negara berbeda yakni Amerika Serikat, Belgia, Tajikistan, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Mesir, Palestina, Sudan, Yaman, Suriah,  Kongo, Gambia, Brunei Darussalam serta Timor Leste resmi menjadi mahasiswa baru Unisma tahun 2019.

Di awal acara, para mahasiswa baru Unisma ini diberikan materi dari beberapa tokoh nasional seperti Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, lalu ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kemudian Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, dan Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi. (Sil)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.