Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Aroma Terapi Berbahan Dasar Minyak Jelantah

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timujr, Arulia Zalni, menciptakan aroma terapi berbahan dasar dari limbah jelantah.

Produk buatan Arulia ini diberi label Mijel Natural Relaxants. Ia mengatakan, limbah jelantah (minyak goreng sisa) di kota itu relatif cukup melimpah, sehingga tidak begitu sulit untuk mendapatkannya.

“‘Kan sayang kalau tidak dimanfaatkan dan ternyata limbah ini bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sebagai pengharum,” ujarnya.

Aroma terapi berbahan dasar limbah jelantah ini rencananya akan dibawa Arulia Zalni bersama timnya mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang digelar selama sepekan pada 8-12 Agustus 2016 mendatang di Institu Pertanian Bogor (IPB). Karya tim dari FTIK itu sudah dipresentasikan dan dipamerkan kepada publik, khususnya di kalangan kampus Universitas Brawijaya.

Baca Juga:

Ia menambahkan, jelantah di Kota Malang cukup banyak karena penjual gorengan bertebaran di mana-mana.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang pada tahun 2012, dalam sehari ada sekira 820 liter jelantah yang tidak terpakai. Bagi konsumen, keberadaan jelantah itu biasanya menimbulkan kebingungan karena tidak tahu akan dibuat, sebab jika dibuang akan mencemari lingkungan.

Menurutnya, pembuatan aroma terapi tersebut, dimulai setelah dilakukan penjernihan minyak jelantah. Jelantah itu diproses untuk netralisasi dengan ampas tebu. Ampas tebu pun diperolehnya dari penjual yang tidak memanfaatkannya lagi.

Selanjutnya, limbah itu disatukan dengan perendaman selama 48 jam. Hasilnya jelantah dengan lemak jenuh yang membahayakan kesehatan bisa menjadi minyak goreng baru.

Selanjutnya, minyak itu dicampur jeli dengan berbagai aroma, seperti kopi, cokelat, dan vanila. “Cobain, deh, aroma terapi kopinya. Bisa menghilangkan stres,” ujarnya.

Aroma terapi ini dibanderol seharga Rp9.000 untuk isi 80 gram. Menurut dia, sejak dijual bebas, terutama melalui media online, pada bulan Maret sampai Juni 2016, sudah terjual sekira 2.300 buah.

“Kami menjual secara online dan konsumen kami paling banyak adalah mahasiswa. Dengan penggunaan aroma terapi dari jelantah ini bisa membantu berhemat ruangan dan bahannya juga tidak mengandung unsur kimia,” ujar dia. (FA)

 

Sumber: Okezone

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Tata Cara Daftar Ulang Mahasiswa dari Jalur Seleksi Mandiri UB Kediri Tahun 2016!

Hasil Seleksi Mandiri UB Kediri Tahun 2016 telah di umumkan pada tanggal 31 Agustus 2016 dan bisa dilihat pada laman...

Close