Mahasiswa Ini Ciptakan Kopi Mirip Kopi Luwak

Infokampus.news – Tiga mahasiswa Universitas Jember yaitu Tri Angga Maulana, M. Ali Firdaus dan Bagas Rizky Aldiano patut berbangga karena berhasil meraih medali emas dalam ajang “Kaohsiung International Invention and Design Expo” yang diselenggarakan di Kota Kaohsiung, Taiwan, pada 9 hingga 11 Desember 2016 lalu. Trio mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian itu sukses mengembangkan kopi luwak artifisial. Angga menceritakan, kopi luwak artifisial buatan mereka sebenarnya bukan yang pertama.

“Namun yang membedakan kopi luwak artifisial kreasi kami dengan yang lain adalah pada kadar cita rasa dan aromanya. Dari tes cita rasa dan aroma yang dilakukan oleh Pusat Kopi dan Kakao Jember, kopi luwak artifisial kami mendapatkan nilai 85,25. Sementara nilai cita rasa dan aroma kopi luwak yang asli adalah 86, jadi kopi buatan kami sudah mirip dengan kopi luwak asli,” jelas Angga.

Bermodal hasil tes cita rasa dan aroma ini, Angga dan kawan-kawan memutuskan mengikuti Kaohsiung International Invention and Design Expo. Kaohsiung International Invention and Design Expo adalah kegiatan tahunan yang dimotori oleh World Invention Intellectual Property Association (WIIPA). Even ini bertujuan untuk mengangkat hasil-hasil temuan baru ke level internasional, meningkatkan kerjasama antara penemu, membantu paten temuan baru, serta mendorong kaum muda khususnya kalangan mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian yang dapat menghasilkan penemuan baru.

Awal Mula Penemuan Kopi Luwak Artifisial

Kopi Luwak

Sementara M. Ali Firdaus menceritakan asal mula bagaimana mereka menemukan dan mengembangkan kopi luwak artifisial.

“Proyek ini berawal dari fakta bahwa ada pro kontra terhadap produk kopi luwak. Penyayang hewan tidak setuju karena luwak dipaksa untuk makan kopi, ada juga yang meragukan kebersihan dan kehalalan kopi luwak. Di lain sisi harga kopi luwak sangat menjanjikan sehingga banyak yang mengusahakan,” kata mahasiswa asli Sidoarjo itu.

Angga, Ali dan Bagas kemudian mulai meneliti kemungkinan membuat kopi luwak artifisial sambil berkonsultasi dengan dosen-dosennya. “Dari hasil penelitian, kami mencoba menemukan cara mengolah kopi hingga cita rasa dan aromanya bisa semirip mungkin dengan kopi luwak yang asli. Kuncinya bagaimana meniru kondisi lambung luwak saat mencerna kopi,” tambah Ali.

Akhirnya setelah meneliti selama kurang lebih lima bulan, ketiganya menemukan formula bagaimana menciptakan kopi luwak artifisial. “Alhamdulillah kami menemukan formula bagaimana cara membuat kopi luwak artifisial. Resepnya tergantung pada tiga hal, yakni suhu saat menggoreng, pemberian enzim protease yang tepat, serta pengadukan yang pas. Semuanya kami tiru dari kondisi lambung luwak saat mencerna kopi,” tutur Bagas

“Tapi mohon maaf, kami tidak bisa membuka resepnya karena akan kami patenkan dahulu,” tambah Bagas yang juga mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Ke depan, ketiganya ingin melakukan penelitian mengenai kopi luwak artifisial agar hasilnya lebih sempurna. “Selain ingin membakukan SOP pembuatan Kolutan, kami ingin menjajaki pembuatan Kolutan dalam skala rumah tangga dan mencari pemasok kopi yang tepat,” jelas Angga.

Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan menerima ketiganya di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan apresiasi atas karya ketiganya. Selain itu, ia berjanji mendukung pengembangan kopi luwak artifisial yang mereka ciptakan.

“Kopi luwak artifisial karya Angga, Ali dan Bagas ini memiliki prospek untuk dipasarkan sebagai produk unggulan, oleh karena itu Universitas Jember bersedia memberikan dukungan dana untuk penelitian lanjutan, atau produksi dan pemasaran,” jelas Moh. Hasan.

Ia berharap agar penemuan Trio mahasiswa THP ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa Tegalboto lainnya untuk berkreasi. (FAM)

 

Sumber: Unej

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Pandawa UNNES Tampil Maksimal di Jepang

Tim Mobil Listrik Pandawa Unnes ini berhasil meriah prestasi sebagai tim terbaik “Energy Challenge” Okinawa Jepang.

Close