Mahasiswa Ciptakan Pakan Ternak Ramah Lingkungan

Infokampus.news – Gas metan menjadi salah satu penyumbang dalam peningakatan suhu bumi atau global warming. Emisi gas ini dihasilkan dari aktivitas sektor peternakan yang tidak ramah lingkungan, yakni ketika hewan ternak melepas metana dari perutnya selama proses pencernaan.

Jika semua hewan ternak, seperti sapi melakukan proses tersebut setiap hari, maka polusi metana akan semakin signifikan. Padahal, gas metan sendiri memiliki potensi pemanasan global 25 kali lebih besar daripada CO2.

Berupaya mengatasi persoalan tersebut, sekelompok mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) menciptakan rekayasa pakan ramah lingkungan untuk ternak. Uniknya, tim yang terdiri atas Teti Miryanti, Muji Astutik, Mirza Ita Dewi A, dan Rofian Henis M itu memanfaatkan limbah feses ayam dan limbah teh sebagai bahan baku.

Baca Juga:

Dikutip dari laman UB, Rabu (15/11/2016), empat mahasiswa bimbingan Dr Ir Mashudi, MSc itu mengangkat judul penelitian ‘Katemblok: Innovation of Supplement Feed from Tea (Camelia Sinesis) and Chicken Manure Waste an Effort to Improve Ruminant Productivity and Reducing Methane Gas Emission’. Formula tersebut dipercaya mampu mengurasi gas metan dari proses pencernaan hewan ternak.

Inovasi suplemen pakan itu mengandung tanim dan saponin dari limbah teh yang dikombinasikan dengan limbah ekskerta atau limbah feses ayam yang berfungsi sebagai supplier protein dalam formulasi katemblok. Mekanisme ini kemudian akan mengurangi produksi gas metan dalam rumen sapi.

Rekayasa pakan ternak ramah lingkungan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ide inovatif ini juga berhasil meyabet medali perunggu dalam ajang bertaraf internasional, yakni International Invention & Innovative Competition (InIIC) 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia. (FAM)

 

Sumber: Prasetya UB

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perkenalkan Wisata Melalui Tulisan, Unsyiah Gelar Workshop Blogger

Beragam cara dilakukan untuk mengabadikan setiap momen saat perjalanan wisata, salah satunya melalui tulisan di blog.

Close