Mahasiswa Fakultas Pertanian UWG Kunjungi Bengkel Mimpi Milik Basiri

Infokampus.news– Ini sebagian dari kesimpulan Basiri, pemilik Bengkel Mimpi, sebuah kelompok masyarakat yang consern terhadap Hidroganik, dan pernah melaunching Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya di Dusun Krajan Desa Kanigoro RT 33 RW 03 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.

Sejak 5 tahun yang lalu, bapak tiga anak ini fokus mengembangkan hidroganik dengan tanaman utama padi. “Saya tidak bermaksud menggantikan lahan sawah, akan tetapi sekedar memanfaatkan lahan kering. Dengan sedikit sentuhan teknologi, sistem ini dapat menghasilkan 1 kg padi per meter persegi dengan kualitas padi yang lebih unggul antara lain berasnya tidak basi selama 2 hari, kandungan gula lebih rendah dan mengenyangkan lebih lama, dengan harga jual Rp. 20.000 per kg,” jelasnya pemilik Edukasi Pertanian Organik ini. Basiri juga menambahkan bahwa ia ingin mengubah pola pikir generasi muda saat ini yang enggan turun berbecek-becek ke sawah dan menanamkan paradigma baru bahwa petani itu sejatinya adalah orang hebat.

Dengan Sistem Hidroganiknya, Basiri yang awalnya dianggap “gila” oleh masyarakat di sekitarnya, berhasil memotivasi anak-anak muda untuk magang di rumah kerjanya yang dilabeli Bengkel Mimpi. Tidak hanya itu saja, “alumni” Bengkel Mimpi sudah banyak yang diberi kepercayaan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dimana-mana, sampai keluar Jawa.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Informasi tentang Hidroganik ini diperoleh para mahasiswa kelas karyawan Fakultas Pertanian Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang saat melakukan fieldtrip di wilayah Kabupaten Malang ini, pada Minggu 4 Agustus 2019.

“Mereka mayoritas adalah para karyawan, yang hari-hari biasa tentunya disibukkan dengan pekerjaan kantornya. Oleh karena itu fakultas memilih Hari Minggu untuk acara fieldtrip ini dengan memilih target kunjungan yang tidak mengenal hari libur,” demikian jelas Dekan Fakultas Pertanian Dr. Evi Nurifah J, SP, MP, yang juga ikut mendampingi para mahasiswanya, disamping wakil dekan, para ketua program studi dan kepala laboratorium FP UWG.

Disamping kunjungan  mahasiswa, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Fakultas Pertanian untuk memperkuat dan melegalkan jejaringnya dengan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU). Legalitas kerjasama ini sangat diperlukan dalam rangka pengukuran kualitas kinerja program studi dan fakultas.

Setelah puas menyampaikan berbagai pertanyaan untuk memuaskan rasa ingin taunya, rombongan mahasiswa dan dosen pendamping yang berjumlah 42 orang ini melanjutkan kunjungan ke Integrated Dairy Farming, Recreational and Educational Tours Milkindo. Sebuah destinasi wisata berbasis sapi perah di Dusun Ngempit Desa Tegalsari Kecamatan Kepanjen.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Setelah puas belajar tentang budidaya dan manajemen pengelolaan sapi perah, rombongan mengakhiri rangkaian fieldtrip-nya dengan melakukan refreshing ke Wisata Air Sumber Maron. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *