Mahasiswa Harus Tau Sejarah, Yuk Berkunjung ke Museum Tempoe Doeloe

Infokampus.news, Malang – Malang dikenal sebagai salah satu kota yang bersejarah di Indonesia. Berbagai penemuan daari zaman purbakala sampai dengan masa perjuangan kemerdekaan tertulis rapi, disela-sela sudut kota Malang. Salah satu tempat menarik yang bisa kita kunjungi untuk mengenal sejarah Malang adalah Museum Tempoe Doeloe.

Jika dilihat dari luar, lokasi Museum Tempoe Doeloe ini tidak jauh dari rumah. Tetapi jika kita sudah asuk ke dalam, wah suasana zaman dahulu langsung terasa di sekitar kita. Guratan-guratan sejarah langsung menampakan dirinya ketika kita memasuki pintu masuk museum ini.

Di dalam Museum ini terdapat ruang-ruang dengan tema yang berbeda. Masuk dalam ruangan pertama, kalian akan disuguhkan suasana zaman prasejarah 1,5 juta tahun yang lalu. Benda peninggalan purbakala pada zaman tersebut tersusun rapi di dinding museum. Selain itu, terdapat pula peta 3D geografis kota Malang yang dikelilingi oleh G. Kelud, G. Kawi, G. Welirang, G. Arjuna, G. Bromo, G. Tengger, dan G. Semeru.

Baca Juga :

Bergerak ke ruangan selanjutnya, kalian akan berpetualang di Malang pada tahun 760 masehi loh. Disini kalian akan melewati hutan pada masa Kerajaan Kanjuruhan. Serta terdapat patung yang menggambarkan pertapaan Ken Arok saat masih menguasai Kerajaan Singasari. Selain itu juga terdapat pula diorama peristiwa penculikan Ken Dedes beserta silsilah keluarga kerajaan dengan dihiasi miniatur arca. Kalian juga berkesempatan membuat sendiri peralatan-peralatan pada zaman tersebut. Seperti kendi, tumbuk jagung, dan tanah liat di museum ini.

Di ruangan terakhir, kalian akan memasuki suasana zaman perjuangan kemerdekaan. Mulai dari foto suasana kota Malang pada zaman Kolonial Belanda, gedung-gedung terkenal di Kota Malang pada saat itu, serta tulisan-tulisan penting yang dbuat pemerintahan Belanda saat masih menduduki pemerintahan kota Malang-pun ada di museum ini. Kalian juga bisa melihat pemimpin Kota Malang dari zaman kolonilal belanda sampai dengan sekarang yang dipimpin Abah Anton Loh.

Fibriani salah satu pengunjung mengatakan, kesan pertama yang dia dapat dari luar ternyata berbeda daripada yang ia dapat di dalam. Menurutnya konsep museum ini sangan baik dan pengunjung pun dijamin tidak akan kecewa jika membayar tiket sebesar Rp. 10.000- Rp. 25.000.

“Ini kebetulan saya memang suka ke museum, pas masuk memang dapet sekali kesan tempo doloenya jadi ngga kecewa,” ujarnya.

Penulis : Ucha Julistian
Editor : Galuh Pandu Larasati

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

iCamp UM Sesi Tanam Pohon Tropis, Mahasiswa Asing Ini Antusias!

Serangakaian acara iCamp Universitas Negeri Malang (UM) yang digelar mulai Senin, (8/11) lalu mulai memasuki acara puncaknya yang akan digelar...

Close