Mahasiswa Ini Ciptakan Alat Pendeteksi Serangan Asma

Infokampus.news – Penanganan serangan asma yang lambat mampu membahayakan nyawa seseorang. Di sisi lain, penyakit ini kerap datang tiba-tiba dan sulit untuk dicegah.

Dari permasalahan tersebut, seorang mahasiswa doktoral asal Afrika Selatan, Moses Kebalepile mengembangkan sebuah perangkat untuk memprediksi serangan asma. Alat yang diberi nama Asthma Grid ini bahkan berhasil mendapat penghargaan di ajang internasional di Zurich, Swiss.

Mahasiswi University of Pretoria itu menjelaskan, asma yang merupakan penyakit pernapasan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Afrika Selatan. Penyakit ini rentan diderita oleh anak-anak dan dewasa, yakni usia lima sampai 35 tahun.

“Lebih dari empat juta penduduk Afrika Selatan menderita asma, dikarenakan bronkitis. Sebanyak 1,5 persen di antaranya meninggal setiap tahun,” ucapnya dilansir dari Voice Online, Sabtu (31/12/2016).

Baca Juga :  ITB Kembangkan Inovasi Transportasi Listrik!

Dengan sistem yang dimiliki oleh Asthma Grid, penderita sekaligus keluarga tak perlu terkejut jika asmanya kambuh. Sehingga, kematian sia-sia akibat terlambatnya penganganan asma tak perlu terjadi lagi.

Inovasi yang dibuat Moses sendiri berada di bawah Swiss-South African Venture leaders Programme (SSAVP). “Program ini merupakan suatu kerangka kerja yang memberikan motivasi, pengetahuan kewirausahaan, termasuk memberi dukungan bagi ilmuwan kedua negara untuk mempererat kerjasama industri,” tukasnya. (FAM)

 

Sumber: Voice Online

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ITB Cirebon Akan Kembangkan 20 Program Studi

Institut Teknologi Bandung di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, rencananya akan dikembangkan hingga 20 program studi (prodi)

Close