Mahasiswa Korea di Kampus STIKI Ajarkan Budaya Negeri Ginseng

Infokampus.news – Ikatan kerja sama Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang dengan universitas antar negara menjadi semakin kokoh, kali ini dibuktikan dengan adanya program internship atau magang mahasiswa Korea di Kampus STIKI.

Ditemui wartawan, 3 (tiga) mahasiswa Korea di Kampus STIKI yakni Park Dong Cheol, Ahn Hyeon Sung, dan Lee Ho Hoon berbagi pengalaman dengan berbahasa Indonesia bercampur Inggris. Ketiga mahasiswa ini ternyata berasal dari dua kampus berbeda pun jurusan yang berbeda-beda pula. Park Dong Cheol merupakan mahasiswa jurusan Sejarah Korea dan Lee Ho Hoon berkecimpung di dunia Bahasa dan Sastra Korea di Dong-A University, Busan. Sementara itu, Ahn Hyeon Sung mempelajari Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia di Busan University of Foreign Studies.

Ketiganya mengikuti program internship ini selama satu bulan. Mengingat hawa Kota Malang yang amat dingin belakangan ini, Dong Cheol menyatakan bahwa cuaca dan iklim di Indonesia dan Korea amatlah berbeda.

“Saat ini, cuaca di Korea sedang panas sekali,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Malang sangatlah sejuk. Ini merupakan hal baru baginya, karena Korea mempunyai 4 musim dengan suhu yang cenderung ekstrem. Lain halnya dengan Hyeon Sung, ia sudah mengenal iklim Indonesia sebab sebelumnya pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Padang, Sumatera Barat, selama 4 (empat) bulan.

Dalam program internship kali ini, mereka mengajarkan dosen dan mahasiswa STIKI tentang dasar-dasar bahasa dan budaya Korea.

“(kami mengajarkan) kosa kata,” tutur Hyeon Sung. Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Ada 50 kata. Di antaranya meliputi salam dan sapa, nama-nama buah, binatang, dan transportasi di Korea.”

Hyeon Sung juga tak menemui kesulitan yang signifikan ketika mengajar, sebab ia tentu yang paling mahir berbicara dan memahami Bahasa Indonesia dibanding kedua teman lainnya.

Ketiganya memaparkan, dalam hal budaya, Indonesia dan Korea sangatlah berbeda. Seperti contoh, orang Korea lebih sering makan pakai sumpit sedangkan orang Indonesia cenderung menggunakan sendok. Contoh lain, penduduk Korea yang sudah cukup umur, umumnya dimulai ketika usia-usia kuliah, sudah biasa minum alkohol dan bukan merupakan hal yang tabu. Yang lebih unik lagi, penghitungan usia seseorang di Korea yang lebih tua setahun dibanding penghitungan usia di negara-negara lain. Di Korea, ketika bayi baru lahir, ia sudah dianggap berusia satu tahun.

Perbedaan tampaknya juga banyak dalam budaya mahasiswa. Di Korea, antar mahasiswa cenderung lebih kompetitif. Namun mereka juga kagum akan mahasiswa di Indonesia yang banyak dijumpai di area kampus yang sibuk dengan laptop dan tumpukan buku di sekitarnya. Menurut mereka, suasana kampus jadi lebih hidup karena ada banyak aktivitas.

Hari aktif mengajar ketiga mahasiswa Korea di Kampus STIKI ini adalah hari Senin sampai Jumat. Di akhir pekan, mereka diagendakan untuk berjalan-jalan dan mengenal potensi wisata Kota Malang.

Nantinya, mereka akan mengikuti Design Thinking Camp Malang 2018 bersama mahasiswa asing dari kampus lain di Kota Malang dalam rangka mengenal budaya Malang. (him)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
ciptakan listrik dari kulit bayam dan jeruk
Mahasiswa UB Ciptakan Listrik dari Bayam dan Kulit Jeruk

Infokampus.news – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil ciptakan listrik dengan  memanfaatkan limbah organik seperti bayam dan kulit jeruk sebagai

Close