Mahasiswa Penggiat Kentrung di Universitas Negeri Malang

Infokampus.news, Malang – Kesenian kentrung mungkin saat ini sudah mulai banyak yang tidak mengerti dan pudar di kalangan masyarakat. Kesenian yang sarat akan pesan-pesan moral ini semakin tergusur oleh banyaknya hiburan-hiburan lain yang lebih instan.

Namun di bagai oase di gurun yang panas, saat ini masih ada satu kelompok kentrung yang masih aktif dalam menggiatkan kesenian itu. Bukan oleh golongan orang-orang yang sudah berumur, namun kelompok penggiat kentrung yang satu ini berasal dari kalangan mahasiswa.

Mahasiswa-mahasiswa penggiat kesenian kentrung itu berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Malang (UM), Blero. UKM yang terbentuk sejak 17 tahun yang lalu itu adalah salah satu UKM seni di UM yang aktif berkegiatan di bidang operet dan kentrung.

“Setahu saya, UKM yang mengangkat seni kentrung se-Malang Raya ini memang hanya di Blero ini sih, entah juga kalau saya ada yang nggak tahu soalnya saya kurang gaul,” ujar ketua umum Blero periode 2016, Ali Yafi.

Masih Banyak Peminatnya

Walau seni kentrung saat ini terasa sudah mulai padam, namun ternyata masih banyak peminat kesenian tradisional ini. Terbukti, divisi kentrung Blero masih banyak mendapatkan respond an permintaan dari masyarakat.

“Alhamdulillah masih banyak lho yang cari, lumayan sering dapat orderan dari luar (kampus). Anak-anak juga masih sering dapat orderan dari luar kota seperti Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan sekitar-sekitarnya,” terang Yafi.

Tidak hanya dari para penikmat, UKM yang satu ini juga cukup popular di kalangan mahasiswa UM. Terbukti, selama beberapa tahun terakhir ini jumlah pendaftarnya menembus lebih dari serratus orang setiap tahunnya. “Yang diklat terbaru kami menerima 135 anak, kalau tambah rame memang tambah menyenangkan,” ujar Yafi sambil tertawa. (Art)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blero Gunakan Papan Ucapan Untuk Properti

"Kami coba kembangkan kreatifitas anak-anak dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai,” kata Ali Yafi, ketua umum Blero periode 2016.

Close