Mahasiswa Pengusaha Media Sosial

Infokampus.news, Malang – Jika media social selama ini terkesan hanya digunakan sebagai tempat untuk membagi pengalaman dan pandangan hidup atau bahkan foto-foto pribadi, beberapa orang pengusaha media sosial ini memiliki inisiatif untuk menjadikannya tambang emas.

Satu contohnya adalah Ilham Hadi, mahasiswa Universitas Negeri Malang asli tanah Madura ini kini sedang serius menjadi pengusaha media sosial dan menjalani bisnis jual-beli sepatu bekas berbekal satu akun media social.

“Awalnya sih Cuma coba-coba saja, tapi ternyata setelah dijalani kok keuntungannya lumayan, akhirnya keterusan deh,” tutur Ilham atau yang lebih akrab dipanggil Kacong ini.

Ia mengawali usaha ini pada November 2016 lalu dari coba coba menjual sepatu bekas miliknya sendiri yang ia dapat dengan harga murah.

“Saat itu memang sedang butuh uang sih, terus saya lihat apa yang bisa dijual yang harganya cukup lah untuk hidup. Ya sepatu bekas saya itu yang akhirnya saya jual,” kata Kacong.

Akhirnya dia berinisiatif untuk membuat akun Instagram @conversebabebo dan memposting foto-foto sepatu bekasnya. Ternyata tak lama setelah posting pertamanya, respon yang ia dapatkan sangat baik.

“akhirnya ya sampai sekarang ini saya teruskan saja sampai sekarang followernya hamper seribu. Sampai sampai sekarang saya harus aktif cari barang dagangan di berbagai tempat Karena permintaannya juga lumayan,” cerita Ilham.

Berganti Usaha, Cara Tetap Sama Pengusaha Media Sosial

Berbeda dengan Ilham yang baru merintis usahanya beberapa bulan lalu, Brian Wicaksono sudah beberapa kali berganti jenis usaha. Namun cara yang ia gunakan untuk memasarkan produknya tetap sama yaitu melalui media social.

“Dulu pernah jualan handphone, lalu berganti jualan alat vapor, sekarang sudah mantab dengan produksi sablon kaos ini,” kata mahasiswa kampus ASIA itu.

Usaha yang ia jalani pun semakin berkembang dari hari ke hari. Dulunya ia menjalankan semuanya sendirian, sekarang dia sudah punya tiga orang pegawai yang setiap hari membantunya mengurusi produksi kaos sablon itu.

Kini kedua pengusaha itu mengaku sudah bisa hidup dari hasil usaha mereka sendiri. Dari kedua contoh mahasiswa itu, bisa dikatakan tidak pernah terlalu awal atau terlalu terlambat untuk memulai sebuah usaha demi hidup yang lebih baik. (ART)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gelar Rapat Kerja Nasional, Rektor UNIKAMA Harapkan Mahasiswa Kembali Makmurkan Pertanian!

Hingga hari ini (18/4) sampai Kamis esok (20/1), Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar Rapat Kerja Nasional ke-14 oleh Ikatan Senat...

Close