Mahasiswa Politeknik Ciptakan Pelubang Plastik Mulsa

Infokampus.news – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang (PNP) Sumatera Barat, berhasil menciptakan alat pelubang plastik mulsa atau plastik yang biasa digunakan petani untuk tanaman cabai pada permukaan tanah.

“Alat ini dirancang sebagai tugas akhir untuk menamatkan pendidikan Diploma III yang diharapkan dapat memudahkan petani ketika melubang plastik mulsa, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaanya,” kata Ketua Tim, Muhammad Fauzan Almustaqim di Padang, baru-baru ini.

Fauzan dan rekannya Ikhsan Safri merancang dan membuat alat tersebut membutuhkan waktu selama empat bulan lebih, dan menghabiskan biaya sebesar Rp4,5 juta dari awal pembuatan hingga selesai.

Komponen yang digunakan dari alat pelubang mulsa itu adalah power suplay untuk memberikan pasokan tegangan arus searah ke seluruh rangkaian, Arduino Uno digunakan sebagai pengontrol kerja seluruh sistem pada mesin pelubang plastik mulsa, Sensor ultrasonik untuk pendeteksi benda yang akan melewati selenoid pada posisi diatas plastik mulsa guna menghindari kecelakaan pada pekerja maupun kerusakan pada alat itu.

Selanjutnya Wifi sebagai sinyal pengirim jika terdeteksi gangguan pada sensor yang dikontrol melalui arduino dan akan dikirim ke smartphone penggunannya, telefon pintar sebagai pengendali otomatis dan pengontrol pada pengguna pelubang plastik mulsa, dan monitor digunakan sebagai penampilan jarak antarlubang yang dibuat dan sensor yang terdeteksi di layar.

Ia menjelaskan prinsip kerja dari pelubang plastika mulsa yakni pada saat sistem dihidupkan arduino akan menggerakan power window dengan menggunakan driver motor yang telah diatur kecepatan putarannya dengan menggunakan potensiometer untuk menggerakan gulungan pertama plastik menuju selenoid untuk dilubangi secara merata, dan masuk ke penggulungan kedua untuk penyelesaianya.

Alat ini menggunakan dua buah motor arus searah berfungsi untuk menarik dan menggulung plastik pada gulungan yang tersedia. Pada alat tersebut terdapat tiga buah mata pisau yang berfungsi untuk melobangkan plastik yang akan digerakkan oleh selenoid. Untuk kontrolnya menggunakan mikrokontrolel arduino dan dapat dikendalikan juga dipantau menggunakan telefon pintar.

Kemudian cara kerja pengamanan penggulung plastik ini adalah dengan menggunakan arduino uno sebagai kontrol utama pada sensor ultrasonik yang akan mendeteksi jika terjadi sesuatu gangguan pada mesin pelubang plastik mulsa yang dapat menggangunya kerja pada selenoid mesin pelubang plastik mulsa kemudian sensor akan mengirim tanda atau pesan ke telefon pintar pengguna melalui arduino yang menggunakan wifi sebagai sinyal penghubung pada smartphone pengguna mesin pelubang plastik mulsa itu sendiri.

Fauzan berharap alat yang dibuat bersama rekannya itu dapat dilihat oleh orang lain di luar kampus dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Tentu kami berharap alat ini dilihat pihak lain sehingga nantinya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat terutama petani,” katanya.

Pihaknya juga menyadari alat tersebut belum sempurna dan membutuhkan pendalaman lagi untuk menyempurnakannya. “Untuk itu perlu biaya yang lebih lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang dosen Program Studi Teknik Listrik, Tri Artono mengatakan untuk dapat mematenkan karya yang dibuat oleh mahasiswa harus melalui beberapa proses, seperti apakah alat tersebut merupakan teknologi tepat guna atau bukan, dan dari segi biaya serta fungsi juga harus diperhatikan. (FAM)

 

Sumber: Metroandalas

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Moratorium UN Batal, Kemenristekdikti akan Tingkatkan Kualitas Guru

sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengusulkan moratorium UN untuk memperbaiki pendidikan di Tanah Air.

Close