Mahasiswa Teknik Sipil UMM Rancang Desain Jembatan Penghubung Kampung Jodipan-Kesatrian

Infokampus.news, Malang – Setelah pada beberapa waktu yang lalu para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berandil besar dalam membangun kampung warna-warni di wliayah Jodipan, kali ini giliran Mahasiswa Teknik Sipil UMM yang berpartisipasi dalam membangun kampung Jodipan. Mahasiswa Teknil Sipil UMM yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Malang dan produsen cat tembok Decofresh ini sendiri kali ini berkesempatan membangun jembatan penghubung Kampung Jodipan dan Kampung Kesatrian.

Pembangunan Jembatan Didasari Potensi Besar Kampung Kesatrian

Kampung Kesatrian sendiri merupakan kampung yang berlokasi tepat disebelah Kampung Jodipan. Tujuan dari dibangunnya jembatan penghubung ini sendiri yaitu dikarenakan besarnya potensi kampung Kesatrian sebagai salah satu kampung wisata layaknya kampung Jodipan. Nantinya konsep jembatan kaca ini juga sebagai penerapan nilai estetikanya, jembatan sepanjang 25 meter tersebut akan membentang di atas Sungai Brantas. Menggunakan fondasi beton bertulang, peletakkan beton cor, serta kontruksi baja castella, jembatan tersebut sengaja dirancang bagi para pejalan kaki.

“Ada potensi kampung sebelah Jodipan, yaitu Kampung Kesatrian dikembangkan juga. Maka dibutuhkan sarana untuk menghubungkan keduanya,” ujar Kepala Humas UMM, Rina Wahyu Setyaningrum Seperti rilis yang tim Infokampus terima.

Jembatan Penghubung Didisain Oleh Mahasiswa Teknik Sipil UMM Direncanakan Selesai Dalam Dua Bulan

Jembatan yang nantinya memiliki lebar 1,5 meter ini sendiri diharapkan baik warga maupun pengunjung kedua kampung tersebut merasa nyaman melaluinya meski harus saling berpapasan. Mulai dibangun pada April 2017 lalu, pengerjaan jembatan yang didesain oleh Aji Pangestu dan Khairul Ahmad, tim perancang jembatan dari Mahasiswa Teknik Sipil UMM tersebut direncanakan dapat selesai dalam dua bulan masa pengerjaan.

Berkaca perkembangan Kampung Jodipan, Rektor UMM Inisitatif Canangkan Bangun Jembatan

Selain itu, Rina juga mengungkapkan ide awal dibangunnya jembatan ini sendiri muncul saat Kampung Jodipan terus mengalami perkembangan yang pesat. Melihat munculnya perkembangan tersebut, pada akhirnya Rektor UMM, Dr. Fauzan berinisiatif untuk mengembangkan juga Kampung Kesatrian di seberang sungai dan jiga Fauzan menugaskan tim untuk mendesain jembatan tersebut.

“Awalnya ada tiga desain. Setelah presentasi ke Bapak Walikota Abah Anton, dipilih satu itu yang kemudian digunakan sampai sekarang,” tambah Rina.

Setelah final memilih desain jembatan, selanjutnya penanganan pembangunan jembatan Jodipan-Kesatrian ini pun diserahkan pada pihak pemerintah Kota Malang. Berbagai komunikasi pun dibangun, termasuk dengan Balai Besar Sungai Provinsi, dan Jasa Tirta. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sering Tolak Calon MABA, PGSD UNIKAMA Masih Jadi Favorit Tahun Ini

Ternyata Prodi PGSD UNIKAMA (Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Kanjuruhan Malang) setiap tahunnya menolak banyak calon mahasiswa baru hingga ratusan...

Close