Mahasiswa TI tidak bisa Programming? Coba Lakukan 4 Hal ini

INFOKAMPUS.NEWS – Hampir setiap perguruan tinggi sekarang memiliki jurusan Teknik Informatika. dengan jumlah lulusan yang banyak setiap tahunnya, belum tentu semuanya langsung dapat bekerja atau mengamalkan ilmunya ke berbagai sektor di kehdiupan nyata.

Banyak faktor penyebabnya. salah satunya mahasiswa teknik informatika tidak bisa programming. programming merupakan salah satu core competence yang patut diunggulkan oleh mahasiswa Teknik Informatika. jika mahasiswa teknik informatika tidak bisa programming, kali ini tim infokampus akan memberikan 4 hal solusinya.

Kita menyadari bahwa Programming ini merupakan pelajaran wajib untuk mahasiswa teknik informatika sejak awal semester 1, mahasiswa sudah dikenalkan dengan mata kuliah algoritma pemrograman. karena skill ini titik awalnya informatika. skill programming kerap menjadi pertimbangan. mulai serius belajar codingd an memperdalam algoritma. dengan latihan membuat satu program/software/app utuh mengenai apa saja.

zaman sekarang bukan hal sulit bagi kita menemukan ilmu dimana saja. jika akita bingung dengan pemecahan masalah, segeralah minta bantuan ke Google. salah satu channel yang menyediakan tutorial programming WebProgrammingUNPAS yang berisi materi pemrograman dan seputar IT tentunya.

Baca Juga :  Mahasiswa Unsoed Teliti Ekstrak Metanol Buah Takokak Untuk Lawan Kanker Serviks

Lowongan dunia IT selain posisi Programmer atau Software Engineer, banyak posisi lainnya yang juga dibutuhkan. Seperti Network Engineer, Database Engineer, System Analyst, Server Spesialist, Content Marketing, dll. Salah satu cara mengkompensasi ketertinggalan skill programming, yaitu dengan mengulik skill lain.

Karena Informatika itu luas. Jangan sampai lulus tapi tidak faham apa-apa. Ini banyak terjadi pada lulusan yang pernah di-interview oleh pihak HRDSebab didunia kerja yang ditanya itu “Kamu bisa apa?”, “Skill kamu apa?” karena perusahaan tidak peduli darimana kamu berasal, dosen kamu bagaimana, tugas kamu banyak atau tidak. Perusahaan itu maunya skill yang kita miliki cocok dengan apa yang mereka butuhkan dan langsung bisa kontribusi.

Dengan terus berkembangnya dunia teknologi dan bisnis, perusahaan-perusahaan mau tidak mau harus adaptasi dan merespon perubahan itu. Akhirnya hal ini memaksa perusahaan terus meng-upgrade teknologi yang mereka punya bahkan menggantinya dengan yang baru dan lebih mumpuni. Nah pergeseran yang kian cepat ini kadang tidak diimbangi dengan ketersediaan orang yang ahli disitu. Akhirnya para lulusan baru yang punya skill X bisa tersisihkan oleh mereka yang punya skill Y (yang tengah nge-trend dan lebih bagus).

Baca Juga :  Manfaat Vitamin C 500mg Untuk Tubuh, Menjaga Daya Tahan Tubuh!

Ditambah lagi sekarang eranya Artificial IntelligentData Science dan Big Data.. Persaingan semakin sengit, bukan manusia dengan manusia lagi, tapi dengan robot. Maka dari itu kemampuan yang disyaratkan semakin tinggi, jadi mau tidak mau mahasiswa selagi mengenyam bangku kuliah setidaknya dapat suatu keahlian ketika lulus.

Beberapa profesi di dunia IT mensyaratkan orang harus punya Sertifikasi. Terlepas dari bidang programming, sertifikasi IT juga banyak macamnya Ada sertifikasi CISCO untuk orang Jaringan, ada sertifikasi Cyber Security, Sertifikasi Database dll. Jika punya uang, jangan ragu buat ambil karena ini salah satu pelengkap dan penguat bahkan bukti atas kemampuan kita.

Lulusan Universitas juga kini harus bersaing dengan teman-teman lulusan SMK yang tak jarang justru punya skill lebih baik dan lebih siap pakai dibanding lulusan perguruan tinggi. Tentu saja menyedihkan. Namun dengan hal itu harusnya kita terpacu untuk menjadi lebih baik. Mengambil sertifikasi juga satu jalan yang bisa dilakukan agar keahlian kita benar-benar di-patenkan. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.