Mahasiswa UB Ciptakan Listrik dari Bayam dan Kulit Jeruk

Infokampus.newsMahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil ciptakan listrik dengan  memanfaatkan limbah organik seperti bayam dan kulit jeruk sebagai pengahsil listrik dengan menggunakan teknologi MFC (Microbial Fuel Cell).

“Microbial Fuel Cell atau MCF adalah salah satu teknologi yang mengonversi energi biomassa dari limbah organik menjadi listrik berbasis aktivitas mikroba.” Ujar Elviliana, Ketua Tim Penelitian di Universitas Brawijaya.

Menurutnya, Indonesia kaya dengan sayur dan buah-buahan, tetapi limbahnya masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Walaupun, sejatinya limbah tersebut masih mengandung potensi yang dapat dimanfaatkan.

Elviliana bersama Chrisma Virginia dan Oddy South Lolo Toding dibawah bimbingan Sri Suhartini mencoba memberikan alternatif dengan memanfaatkan barang yang tidak pernah dilirik sebelumnya. Padahal sampah itu sejatinya dapat menajdi sumber energi alternatif.

“Dari ketiga sampel yakni bayam, kulit jeruk, dan kulit pisang yang kita uji, terbukti limbah kulit pisang yang paling berpotensi. Ini disebabkan hasil tegangan dan arus listriknya yang lebih stabil, tidak mengalami penurunan yang signifikan sehingga sangat berpotensi untuk mengatasi masalah energi,” katanya.

Baca Juga :  Viral! Skripsi 3.045 Halaman Ini Dinilai Layak Untuk Dipajang

Keuntungan lain dari teknologi ini adalah sifatnya yang Direct Conversion sehingga lebih praktis dan efisien. Berbeda dengan teknologi lain yang relatif lebih mahal serta rumit prosesnya, teknologi MFC ini sangat praktis, karena hanya memasukan limbah organik yang telah di pretreatment ke dalam  reaktor dan listrik pun tercipta.

Elviliana menjelaskan preatreatment yang dilakukan sederhana, karena hanya menghaluskan limbah tersebut menggunakan penggiling rumah tangga biasa, bahkan tidak menambahkan bahan apapun ke dalam reaktor sehingga murni memanfaatkan aktivitas mikroba limbah itu sendiri. Jadi penelitian ini selain mampu mengatasi kebutuhan energi juga sekaligus menanggulangi limbah.

Perlu Sobat FoKus ketahui, kebutuhan energi yang semakin meningkat setiap tahun menjadi salah satu masalah yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia. Data BPPT 2016, kebutuhan energi listrik Indonesia selama kuruwn waktu 2014-2059 diprediksi tumbuh dengan rata-rata 5.3 persen per tahun.

Sementara itu, berkurangnya cadangan energi fosil dan sulitnya akses masyarakat di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan merupakan beberapa permasalahan yang harus dihadapi pada sektor energi. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *