Mahasiswa UB Ini Jadi Delegasi Ajang Pemuda Mendunia Di Malaysia!

Infokampus.news, Malang – Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (TI FT-UB). Adalah Mahasiswi bernama Cesilia Putri Singarimbun yang mempunyai kesempatan menjadi salah satu dari 60 delegasi Program Pemuda Mendunia Batch II di Malaysia. Kegiatan tersebut merupakan sebuah program pengabdian yang digagas oleh konsultan pendidikan Studec International. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama tiga hari, 16 – 18 Agustus 2017 di Klang, Selangor, Malaysia.

Para delegasi atau tutor yang terpilih akan bertugas untuk mengenalkan, menanamkan, dan menguatkan nasionalisme para putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri. Khususnya, bagi kalangan anak-anak Indonesia di Malaysia yang menjadi peserta didik Sekolah Klang Indonesia. Sekolah Klang Indonesia sendiri adalah sekolah informal yang didirikan khusus untuk anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah formal milik Pemerintah Malaysia.

“Tidak seperti di dalam negeri, akses pendidikan anak-anak TKI ilegal di Malaysia sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan status orang tua mereka yang tidak memiliki surat izin tinggal resmi atau bermasalah dengan keimigrasian,” cerita Cesilia sebagaimana dilansir dalam laman UB.

Cesilia Harus Bersaing Dengan Lebih Dari 1000 Pendaftar

Untuk bergabung dalam program pengabdian bukan perkara mudah. Mahasiswa semester 7 iini harus bersaing bersama lebih dari 1000 pendaftar dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda dari seluruh Indonesia. Seleksi yang dilakukan dimulai dari pembuatan esai, motivation letter, maupun wawancara.

“Jadi proses seleksi ini lebih ke arah untuk mengetahui sebenarnya cinta gak sih kita dengan indonesia,” ungkapnya.

Pada program Pemuda Mendunia ini, Cesilia bersama delegasi menampilkan pertunjukkan tari daerah, paduan suara, pos game, hingga pentas drama yang semuanya bertujuan untuk menceritakan dan memperkenalkan budaya indonesia kepada anak-anak tersebut.

Selain itu, delegasi juga  mendapatkan kesempatan mengikuti dan merayakan upacara hari kemerdekaan dengan warga negara Indonesia di Malaysia bertempat di Konsulat Jendreal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.

Rasa Nasionalisme Jadi Fokus Pembinaan

Cesilia teringat, ketika upacara pembukaan kegiatan mengajar di Sekolah Klang Indonesia, para anak-anak TKI ilegal menangis terharu ketika dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Banyak dari mereka yang ingin kembali ke Indonesia dan bercita-cita menjadi guru, dokter ataupun perawat.

“Hal ini menjadi motivasi bagi saya khususnya, di tengah rasa nasionalisme yang mulai luntur di kalangan pemuda Indonesia,” ujarnya.

Kemudian Cesilia mengaku bersyukur masih bisa bersekolah dengan fasilitas yang masih lengkap dengan akses yang sangat mudah di negeri sendiri. Mengingat, fasilitas pendidikan di Sekolah Klang Indonesia masih seadanya dengan akses yang terbatas.

“Selagi kita di Indonesia dan bebas  berkarya, maka teruslah berkontribusi untuk negara. Karena di luar sana banyak banget yang pingin balik ke Indonesia tetapi tak bisa,” pungkasnya. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini 10 Universitas Terbaik di Amerika Serikat!

Bisa dikatakan untuk urusan pendidikan yang bersifat akademis, Amerika Serikat adalah negara terbaik untuk saat ini.

Close